Berlangganan

Bukti Ilmiah: Ternyata Kucing Benar-Benar Menyukai Manusia, Bahkan Dibandingkan Makanan

Senin, 13 Oktober 2025 | 08:00 WIB
Bagikan :
Freepik
Studi ilmiah membuktikan: sebagian besar kucing lebih memilih kasih sayang manusia dibandingkan makanan atau mainan.

Nationalgeographic.co.id—Kucing kerap dianggap hewan mandiri, dingin, dan tidak terlalu peduli pada manusia—berbeda dengan anjing yang terkenal setia mencari perhatian pemiliknya. Namun, sebuah studi ilmiah membantah anggapan itu.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Behavioral Processes menunjukkan bahwa sebagian besar kucing justru lebih memilih berinteraksi dengan manusia dibandingkan makanan, mainan, maupun rangsangan lain.

Temuan ini mengungkap bahwa kasih sayang manusia ternyata berperan penting dalam kehidupan kucing, bahkan melebihi yang selama ini diduga. Boleh jadi, para pemilik kucing sudah mengetahuinya sejak lama.

Jika anjing secara umum diterima sebagai hewan yang menikmati dan mencari perhatian manusia, hal berbeda berlaku bagi kucing.

Hewan ini, yang cenderung lebih banyak tidur dan membutuhkan perawatan lebih sedikit dibandingkan anjing, memang sering mendapat reputasi (terutama di kalangan pecinta anjing) sebagai makhluk yang angkuh, acuh tak acuh, dan kurang tertarik pada kasih sayang serta persetujuan manusia.

Namun, ketika para peneliti meneliti preferensi kucing terhadap makanan, mainan, dan interaksi sosial dengan manusia, hasilnya mengejutkan: sebagian besar kucing lebih memilih perhatian manusia dibandingkan yang lain—bahkan makanan. Dengan kata lain, kucing benar-benar menyukai kita.

Penelitian ini dilakukan di Human-Animal Interaction (HAI) Lab Universitas Negeri Oregon. Sebelumnya, riset-riset terdahulu hanya meneliti preferensi kucing terhadap makanan, rangsangan visual, maupun aroma, serta dampaknya terhadap perilaku.

Tetapi studi baru ini untuk pertama kalinya menyelidiki interaksi kucing dengan manusia sebagai faktor yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka.

Para ilmuwan menguji kelompok kucing dewasa berusia 1 hingga 20 tahun, terdiri dari 19 ekor yang tinggal di penampungan dan 19 ekor yang hidup bersama pemiliknya.

Dua setengah jam sebelum pengujian, kucing-kucing itu diisolasi dari perhatian sosial maupun makanan. Setelah itu, mereka diperkenalkan secara bergiliran pada berbagai rangsangan dalam sesi terpisah.

Dalam satu sesi, seekor manusia memberikan panggilan vokal, belaian, dan kesempatan bermain.

Baca Juga: Mengapa Ras Anjing Terlihat Sangat Berbeda, Tidak Seperti Kucing?

Tag:

Lainnya

Apakah Kucing Dipelihara untuk Dijadikan Tumbal bagi Dewa Mesir Kuno?

Hubungan manusia dengan kucing mungkin tidak dimulai dengan baik. Ilmuwan ungkap alasan menyeramkan mengapa manusia pertama kali memelihara kucing.
2025-09-22 12:00:00