Berlangganan

Mengapa Ras Anjing Terlihat Sangat Berbeda, Tidak Seperti Kucing?

Kamis, 09 Oktober 2025 | 18:00 WIB
Ricky Jenihansen, Mahandis Yoanata Thamrin
Bagikan :
Pixabay
Mengapa anjing punya bentuk tubuh sangat beragam, sementara kucing ras hanya berbeda tipis? Jawabannya ada pada sejarah domestikasi.

Nationalgeographic.co.id—Dari Abyssinian hingga Turkish Van, garis keturunan kucing telah dibudidayakan selama puluhan tahun untuk menghasilkan perbedaan fisik yang relatif kecil.

Beberapa di antaranya meliputi bentuk wajah yang lebih bulat atau lebih ramping, moncong yang lebih pendek, telinga yang melipat ke dalam, serta variasi warna, tekstur, dan panjang bulu.

Namun, nuansa perbedaan pada ras kucing jauh lebih samar jika dibandingkan dengan keragaman fisik yang sangat mencolok pada anjing. Corgi dan dachshund misalnya, bertubuh pendek dengan kaki mungil dan badan panjang yang kokoh, sementara greyhound dan whippet justru tinggi, ramping, dan berkaki jenjang.

Mastiff memiliki tubuh kekar, berbulu pendek, dengan dada dan rahang besar yang bisa mencapai bobot lebih dari 45 kilogram. Di sisi lain, anjing kecil seperti maltese atau shih-tzu bertubuh mungil, berbulu panjang menjuntai, bahkan bisa digendong di dalam tas tangan.

Lantas, mengapa kucing tidak menunjukkan variasi ekstrem seperti anjing?

Menurut Cat Fanciers' Association (CFA), saat ini ada 42 ras kucing yang diakui di Amerika Serikat. Sebaliknya, American Kennel Club (AKC) mengakui 190 ras anjing, sementara organisasi internasional Fédération Cynologique Internationale (FCI) — atau dikenal juga sebagai World Canine Organization — mengakui 340 ras anjing.

Mutasi Baru dan Seleksi Manusia

Dalam spesies yang didomestikasi, ras terbentuk melalui garis keturunan yang diawasi ketat dan dimanipulasi dengan perkawinan selektif agar hewan terus menghasilkan ciri tertentu.

Leslie Lyons, profesor di College of Veterinary Medicine, University of Missouri, menjelaskan bahwa variasi penampilan hewan peliharaan sering kali muncul dari mutasi genetik yang terjadi secara alami. Mutasi ini bisa berupa ukuran tubuh yang tidak biasa, ekor yang hilang, bulu keriting, atau pola unik.

“Meski rancangan dasar tubuh mengatakan satu hal, mutasi bisa muncul, lalu manusia memilih ciri yang mereka sukai,” jelas Lyons.

Sebagian besar seleksi yang menghasilkan ras kucing modern baru berlangsung sekitar 75 tahun terakhir. Sebaliknya, anjing telah dikembangkan melalui perkawinan selektif selama ratusan tahun, kata Elaine Ostrander, peneliti utama di National Human Genome Research Institute, National Institutes of Health.

Sahabat dan Rekan Kerja

Tag: