Melintasi Tanjung Kelayang Demi Meraih Predikat Unesco Global Geopark

By Marti Karina PS, Selasa, 7 Agustus 2018 | 17:03 WIB
Peserta Belitong Geopark Kayak Marathon 2018 Bersiap Untuk Bertanding (MARTI KARINA P.S)

Nationalgeographic.co.id - Belitong Geopark International Kayak Marathon 2018 (BGIKM2018) diselenggarakan sebagai upaya peraihan predikat Unesco Global Geopark bagi Kepulauan Belitung. Kegiatan yang diselenggarakan pada 27 - 29 Juli 2018 ini juga menghadirkan atraksi budaya hingga kegiatan peduli lingkungan.

Belitong mencoba untuk mengikuti jejak kesuksesan Toba Kayak Marathon dalam usaha meraih predikat Unesco Global Park.

Baca juga: Menyedihkan, Setiap 25 Menit Satu Gajah di Afrika Mati Dibunuh

BGIKM2018 diikuti oleh 93 peserta yang berasal dari 7 negara dengan kategori kayak kelas K1, kayak kelas K2, stand up paddle, dan perahu jukong. Peserta kategori kayak mengitari kawasan laut Tanjung Kelayang hingga Tanjung Tinggi.

Menteri Perikanan dan Kelautan RI Susi Pudjiati menghadiri pembukaan Belitong Geopark Kayak Marathon 2018 (MARTI KARINA P.S)

Dihadiri oleh Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan ini turut serta mendukung aktivitas olahraga laut dengan mengayuh stand up paddle didampingi oleh Adek Satari selaku ketua penyelenggara BGIKM2018 serta komunitas Sea Kayak Owners Club Indonesia.

Unesco Global Geopark mensyaratkan kesiapan unsur-unsur lokasi (geo diversity), masyarakat dan budaya (culture diversity) serta kekayaan alam (bio diversity). Tidak hanya sekadar perlombaan, BGIKM2018 juga terdiri dari aktivitas lain seperti lomba membersihkan sampah di pesisir pantai bersama warga sekitar.

Berbagai pihak berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak positif secara berantai dalam hal meningkatkan pariwisata hingga menjaga kelestarian alam dan budaya.

Baca juga: Perubahan Ekstrem di Pabrik Nuklir Fukushima Setelah Meledak Pada 2011

Peserta Kayak Kelas K1 mengayuh mengitari Tanjung Kelayang, Belitung (MARTI KARINA P.S)