Kecelakaan Pesawat: Berapa Besar Peluang Kita Untuk Selamat?

By Loretta Novelia Putri, Rabu, 31 Oktober 2018 | 10:54 WIB
seberapa besar peluang selamat, ketika pesawat mengalami kecelakaan (Wittayayut)

Nationalgeographic.co.id - Pesawat Lion Air JT 610 yang terbang dari Jakarta menuju Pangkal Pinang pada Senin (29/10/2018), sempat hilang kontak pada pukul 06.33 WIB, 13 menit setelah pesawat lepas landas. Beberapa waktu kemudian dinyatakan jatuh di perairan Karawang.

Pesawat jenis Boeing 737 Max 8 tersebut mengangkut 178 penumpang, 1 anak, 2 bayi dan 7 awak pesawat. Hingga saat ini masih belum diketahui berapa jumlah korban jiwa dan korban yang selamat atas insiden yang mengenaskan tersebut.

Baca Juga : Tujuh Langkah Bertahan Hidup Saat Mengalami Kecelakaan Pesawat

Berkaitan dengan kecelakaan pesawat yang baru saja terjadi. Sebenarnya peluang untuk selamat dari kecelakaan tersebut, sama halnya seperti peluang selamat pada saat terjadinya kecelakaan moda transportasi lainnya. Hal tersebut, tergantung pada keadaan saat terjadinya kecelakaan.

Walaupun begitu, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS mengenai kecelakaan pesawat nasional dari tahun 1983 sampai 1999, diketahui jika lebih dari 95 persen penumpang selamat dari kecelakaan, termasuk 55 persen dalam insiden yang paling serius.

Sedangkan, penelitian yang dilakukan oleh Dewan Keselamatan Transportasi Eropa pada tahun 1996 memperkirakan bahwa 90 persen kecelakaan pesawat secara teknis selamat.

Pada bulan Agustus lalu, BBC memberitakan bahwa selama dua dekade, sejak dua penelitian tersebut dilakukan, keselamatan penerbangan disebut telah meningkat tajam dan kecelakaan fatal menurun.

Tom Farrier selaku mantan direktur keselamatan di Asosiasi Transportasi Udara AS menuturkan dalam situs web Quora bahwa terdapat tiga kondisi yang cukup membantu untuk menentukan apakah kecelakaan pesawat bisa diatasi.

Yang pertama adalah seberapa parah saat terjadi kecelakaan seperti benturan atau tabrakan. Kedua, apakah struktur pesawat yang mengalami kecelakaan tetap utuh secara substansial. Yang ketiga adalah kondisi lingkungan pascakecelakaan dapat menimbulkan ancaman bagi penumpang maupun tim penyelamat.

Selain harus menaati peraturan selama menaiki pesawat, mulai dari mengenakan sabuk pengaman, tidak menggunakan pakaian yang mudah terbakar atau memperhatikan di mana posisi duduk ketika di dalam pesawat, ternyata masih ada hal lain yang lebih penting.

Baca Juga : Foto Bayi Selamat dari Kecelakaan Lion Air JT 610, Sutopo: Hoax!

Adrian Gjertsen seorang Konsultan penerbangan menyebutkan bahwa kondisi pesawat dan penumpang ketika terjadi insiden jauh lebih penting. Karena, keselamatan lebih tergantung kepada tiga hal tersebut.

"Salah satu hal yang bisa memperburuk masalah adalah keinginan penumpang untuk menyelamatkan barang bagasinya. Hal seperti ini sebenarnya justru dapat merugikan keselamatan. Tak hanya diri sendiri tapi juga orang lain. Jika ada sesuatu yang salah, segeralah menjauh," ucap Gjertsen.