Night Eating Syndrome, Ketika Selera Makan Lebih Tinggi Saat Malam Hari Dibanding Siang

By Nathania Kinanti, Rabu, 20 Maret 2019 | 10:22 WIB
Night Eating Syndrome adalah salah satu gangguan makan yang terjadi pada malam hari. (cyano66/Getty Images/iStockphoto)

Nationalgeographic.co.id - Jika Anda lebih suka makan di malam hari dan dengan porsi yang cukup banyak di waktu tersebut, bisa jadi Anda mengalami yang namanya Night Eating Syndrome (NES).

NES merupakan gangguan makan yang ditandai dengan kebiasaan makan tengah malam. Itu bisa menyerang pria atau wanita.

Berbeda dengan binge eating disorder yang cenderung makan porsi besar dalam satu waktu, orang dengan NES mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tapi sering, terutama di malam hari. 

Baca Juga : 140 Kerangka Ditemukan, Bukti Ritual Pengorbanan Anak-anak Terbesar di Dunia

Orang yang memiliki NES tidak merasa lapar saat pagi dan siang hari, tetapi keinginan untuk makan saat malam justru sangat besar. Penderita NES juga seringkali merasa kesulitan tidur, karena hormon melatonin atau hormon pemicu kantuknya lebih rendah dibanding orang lain.

Beberapa faktor pemicu NES adalah masalah masalah pola tidur, perubahan hormon, riwayat obesitas, depresi, gangguan kecemasan, penyalahgunaan obat-obatan dan faktor genetik.

Kelebihan asupan akibat makan di malam hari yang didukung dengan kurangnya aktivitas tubuh, dapat meningkatkan risiko kegemukan atau meningkatkan berat badan.

Saat Anda terkena obesitas atau kelebihan berat badan, maka Anda dengan mudah dapat terserang penyakit lainnya seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung.

Baca Juga : 13 Sebagai Angka Sial, Apa Penyebab Munculnya Mitos Tersebut?

NES bisa diobati melalui beberapa cara seperti menggunakan obat anti depresan untuk memperbaiki pola makan dan mood.

Cara lainnya adalah dengan melakukan terapi perilaku kognitif (CBT), konseling gizi, atau fisiologi olahraga seperti terapi perilaku dialktik (DBT) atau terapi interpersonal (TI).