Pola Diet Buruk Jadi Salah Satu Faktor Utama Kematian Penduduk Dunia

By Gita Laras Widyaningrum, Rabu, 10 April 2019 | 12:26 WIB
Ilustrasi diet. (zahar2000/Getty Images/iStockphoto)

Nationalgeographic.co.id – Laporan terbaru menunjukkan bahwa diet yang buruk menjadi salah satu faktor pembunuh utama–memperpendek usia satu dari lima orang di dunia. Dengan kata lain, diet lebih mematikan dibanding rokok.

Sebuah studi internasional terbaru yang dipublikasikan pada The Lancet, telah meneliti dengan saksama beberapa makanan yang kerap dikonsumsi di 195 negara, pengaruh diet buruk pada penyakit (seperti kanker, jantung, diabetes) dan kematian antara 1990 hingga 2017.

“Sodium, gula, dan lemak sudah menjadi fokus perdebatan kebijakan selama lebih dari dua dekade. Hasil penelitian kami juga menunjukkan bahwa faktor risiko diet buruk meliputi asupan natrium tinggi, tapi rendahnya konsumsi makanan sehat,” papar dr. Christopher Murray, Director of the Institute for Health Metrics and Evaliation di University of Washington.

Baca Juga : Perhatikan 5 Kesalahan yang Bisa Membatalkan Manfaat Olahraga Berikut

Negara-negara dengan kematian tertinggi akibat pola makan, sesuai dengan urutan adalah Uzbekistan (892 kematian per 100 ribu orang), Afghanistan, Pulau Marshall, Papua Nugini, dan Vanuatu.

Pada spektrum lain, negara dengan kematian rendah akibat diet meliputi Israel (89 kematian per 100 ribu orang), Prancis, Spanyol, Jepang, dan Andorra.

Studi ini juga menemukan bahwa pola makan tinggi natrium alias terlalu banyak mengonsumsi garam menjadi penyebab utama kematian yang berkaitan dengan diet. Diikuti oleh kurangnya konsumsi biji-bijian dan buah.

Rendahnya asupan sayuran, omega-3, serat, dan makanan laut juga diketahui dapat meningkatkan risiko kematian.

Baca Juga : Jangan Langsung Dibuang, Berikut Manfaat Kantung Teh untuk Kesehatan Mata

Kurangnya asupan biji-bijian menjadi penyebab utama penyakit dan kematian di negara AS, India, Brasil, Pakista, Nigeria, Rusia, Mesir, Jerman, Iran, dan Turki.

Untuk Tiongkok, Jepang, dan Thailand, konsumsi sodium yang tinggi (di atas 3 gram per hari) menjadi pemicu risiko kematian akibat diet. Namun sebenarnya, hampir semua wilayah dunia menunjukkan konsumsi sodium yang tinggi (kecuali sub-Sahara Afrika dan Karibia).

Penting juga untuk dicatat bahwa konsumsi daging merah, daging olahan, junk food dan minuman manis berperan dalam meningkatkan risiko kematian.