Terungkap Cara NASA Menjaga Batuan dari Bulan Agar Tidak Dicuri dan Dijual di Pasar Gelap

By Gita Laras Widyaningrum, Rabu, 17 Juli 2019 | 11:38 WIB
Ilustrasi bulan. (photofxs68/Getty Images/iStockphoto)

Nationalgeographic.co.id - Setelah misi Apollo 11 selesai, para ilmuwan khawatir sampel batuan dari Bulan akan dicuri dan dijual ke pasar gelap.

Kekhawatiran ini kemudian membuat NASA meminta agar debu dan batuan yang diambil dari permukaan Bulan tersebut disimpan dalam wadah terkunci rapat saat mereka bertolak ke Inggris. 

Diketahui bahwa setelah sampel Bulan dari misi Apollo 11 dibawa kembali ke Bumi, NASA kemudian mengirimkannya ke beberapa negara di dunia untuk diteliti lebih lanjut. Juga untuk menguatkan hubungan diplomatik antarnegara. 

Baca Juga: Kaca Pembesar Kosmis Mendeteksi Bintang Terjauh di Alam Semesta

Dr Grenville Turner, sempat menerima 16 spesimen Bulan tersebut ketika ia bergabung dengan kelompok peneliti Inggris. Menurut keterangan wanita berusia 82 tahun ini, NASA bersikeras menggunakan brankas untuk menyimpan pecahan-pecahan bulan. Mereka juga mengirim petugas keamanan saat kunjungan ke Inggris untuk memastikan sampel ditangani dengan tepat. Ini dilakukan karena NASA khawatir batuan Bulan tersebut akan diperdagangkan secara ilegal.

"Mereka takut dengan pasar gelap yang menjual batuan Bulan. Oleh sebab itu, NASA memiliki aturan ketat soal fasilitas penyimpanan. Mereka juga menyiapkan kontrak legal yang menyatakan bahwa kami tidak boleh menjualnya," papar Turner. 

"Selain itu, NASA mengirim petugas keamanan untuk memeriksa bagaimana kami merawatnya dan banyak sampel saya harus disimpan dalam gelas kaca. Kami juga harus memiliki brankas beserta sistem alarmnya. NASA sebenarnya tidak sulit, mereka hanya ingin meyakinkan bahwa sampel Bulan ini tidak akan dijual di pasar gelap," ungkap Turner. 

Pendaratan di permukaan Bulan. (NASA)

Dr Turner berusia 30-an ketika ia meneliti batu yang diambil dari bulan oleh astronot Neil Armstrong dan Buzz Aldrin selama misi Apollo 11 pada Juli 1969.

"Batuan basal yang berasal dari daerah mare, kira-kira berusia antara 3,2 miliar hingga 3,8 miliar. Itu adalah periode tinggi aktivitas vulkanik di Bulan, sebelum jumlahnya menurun," katanya. 

Baca Juga: Awan Es Biru yang Terbuat dari Meteor dan Hanya Bersinar di Malam Hari

Setelah menyimpan sampel batuan Bulan selama beberapa tahun, Dr Turner pun harus mengembalikannya ke NASA.

"Saya senang pernah terlibat dalam proyek tersebut," kata Turner sambil memperingati 50 tahun misi Apollo.