Tak Sengaja Menelan Sampah, Tinja Penyu Ini Berisi Plastik

By Gita Laras Widyaningrum, Kamis, 30 Januari 2020 | 18:04 WIB
Penyu hijau. (Mundo Marino Fundation)

Nationalgeographic.co.id – Anda pasti menyadari bahwa polusi plastik telah menjadi momok yang mengkhawatirkan bagi lautan kita. Dalam kasus terbaru, seekor penyu diketahui memiliki sampah plastik di perutnya. Bahkan, saat buang air besar (BAB), ia mengeluarkan 13 gram potongan sampah plastik seperti kantung nilon dan jaring.

Penyu hijau ini tersangkut di jaring nelayan du pesisir pantai Argentina pada 29 Desember 2019 lalu. Setelah diserahkan kepada para ilmuwan di Mundo Marino Foundation, kelompok konservasi di negara tersebut, diketahui bahwa penyu itu memiliki sampah plastik di saluran pencernaannya dalam jumlah yang cukup signifikan.

Baca Juga: Populasi Badak Sumatra Semakin Menurun, Ini Faktor Penyebabnya

“Melalui gambar radiografi, kita bisa melihat benda asing di dalam perutnya. Kami pun memulai perawatan dengan memberikan obat yang meningkatkan gerakan peristaltik sehingga memungkinkan penyu mengeluarkan sampah dari saluran pencernaannya,” papar Ignacio Peña, dokter hewan di Mundo Marino Foundation.

“Saat ini, penyu tersebut sudah makan tanaman hijau, terutama selada dan rumput laut. Kami melihat ada kemajuan sehingga kami sangat optimis,” tambahnya.

Sampah plastik yang ditemukan di dalam perut penyu. (Mundo Marino Foundation)

Mundo Marino Foundation mengatakan, ini bukan pertama kalinya ada penyu yang terdampar di sana. Tahun ini saja, sudah ditemukan dua penyu lain dengan sampah plastik di perutnya. Yang satu ditemukan dalam keadaan mati, sementara satunya harus dirawat karena kondisinya yang mengkhawatirkan.

Baca Juga: Chinese paddlefish, Salah Satu Ikan Terbesar di Dunia Telah Punah

Penyu hijau (Chelonia mydas) masuk ke dalam spesies terancam punah menurut IUCN Red List. Kondisi hewan-hewan laut memang sangat rentan saat ini, terutama karena degradasi habitat akibat pengembangan pantai, juga polusi plastik.

Kebanyakan penyu yang sudah dewasa merupakan herbivora. Namun, penyu remaja biasanya karnivora atau omnivora. Bagi penyu muda yang belum berpengalaman, kantung plastik yang mengambang dapat dikira sebagai ubur-ubur—salah satu makanan favorit mereka.

Sebuah studi pada 2018 menemukan fakta bahwa risiko kematian penyu meningkat hingga 22% jika memakan satu plastik. Jika ia mengonsumsi 14 potong plastik, risiko kematiannya meningkat hingga 50%.