Bagaimana Perbandingan Corona dengan Virus Lainnya? Ini Kata WHO

By Afkar Aristoteles Mukhaer, Rabu, 12 Februari 2020 | 16:53 WIB
Petugas membawa pasies virus corona di Wuhan. (Getty Images)

Nationalgeographic.co.id - Sampai Februari 2020, virus corona yang berasal dari Wuhan, Tiongkok, tercatat telah menginfeksi sekitar 31.500 orang di seluruh dunia. Wabah tersebut mengakibatkan beberapa negara dan pejabat kesehatan publik di dunia menetapkan prioritas kesehatan kepada publik. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mengumumkan rencana menyumbangkan 675 juta dollar AS untuk menangani virus corona. 

Dalam perbandingannya dengan penyakit lain, angka kematian dan penularan virus corona telah melampaui SARS. Virus corona memiliki rasio kasus fatalitas sebesar 2 persen.

Perbandingan sederhana tersebut dapat membantu menghasilkan penilaian terkait penularan paling buruk. Pada setiap kasus epidemi, bisa ada jutaan orang yang tertular, tapi memiliki sedikit kasus kematiannya. Misalnya SARS yang membunuh 10 persen dari penyebarannya yang mencapai 8.000 kasus.

Baca Juga: Sedang Kesal atau Sedih? Konsumsi Makanan Peningkat Mood Berikut

Dalam pernyataan resmi, Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur jenderal WHO, menyatakan: "Selama dua hari terakhir, terdapat lebih sedikit infeksi baru yang dilaporkan di Tiongkok. Ini tentunya menjadi kabar baik. Namun, pada saat yang bersamaan, kami juga mengingatkan agar tetap waspada karena jumlahnya bisa naik lagi."

Virus corona akan menjadi sangat berbahaya jika jumlahnya mencapai jutaan orang. Apalagi, virus tersebut belum memiliki obat. Meskipun demikian, WHO menyatakan terlalu dini jika menyebut sejauh mana virus corona tersebar karena ada banyak kebijakan karantina dan membatasi pergerakan penyintas yang terinfeksi.

Maria Van Kerkhove, ahli epidemiologi penyakit menular yang menjabat sebagai pemimpin teknis untuk Program Kesehatan Darurat WHO, mengatakan sangat penting bekerja dengan mitra-mitranya di dunia dan setiap individu untuk memastikan standar perawatan optimal di rumah sakit untuk menangani virus ini. Perlu perawatan yang dioptimalkan di rumah sakit--misalnya dengan alat dan fasilitas yang memadai.