Kecerdasan Buatan Temukan 50 Eksoplanet Baru Untuk Pertama Kalinya

By Gita Laras Widyaningrum, Senin, 31 Agustus 2020 | 16:13 WIB
Ilustrasi sistem eksoplanet Trappist-1. (oorka/Getty Images/iStockphoto)

Nationalgeographic.co.id – Para peneliti dari University of Warwick telah melatih mesin pembelajaran dengan algoritme tertentu untuk menjadi pemburu eksoplanet di luar angkasa. Kecerdasan buatan (AI) tersebut pun untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi 50 planet baru.

Seperti yang dilaporkan pada Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, planet-planet baru yang ditemukan cukup aneh, ada yang berukuran seperti Neptunus, tapi ada juga yang lebih kecil dari Bumi. Beberapa mengorbit bintang mereka dalam ratusan hari, sementara yang lainnya 24 jam.

Baca Juga: Pengaruhi Satelit dan Pesawat Luar Angkasa, NASA Selidiki Medan Magnet Bumi yang Melemah

Ini bukan pertama kalinya kecerdasan buatan ikut berpartisipasi dalam pencarian planet di luar Tata Surya kita. Observatorium yang didekasikan untuk menemukan dunia baru, menghasilkan banyak data.

Para peneliti kemudian menggunakan algoritme dan menerima bantuan dari ilmuwan warga untuk meneliti data-data tersebut. Juga mencari sinyal berulang yang menandakan kehadiran planet.

Jika ada penemuan yang tampak menjanjikan, mereka masuk kandidat planet. Penemuan potensial tersebut kemudian divalidasi—dapat dilakukan dengan metode yang berbeda. Untuk pertama kalinya, algoritme baru menyediakan cara untuk mengonfirmasi planet-planet ini secara otomatis, dengan cara yang tidak bergantung pada metode sebelumnya.

Baca Juga: Destinasi di Mars Ini Bisa Dikunjungi Wisatawan di Masa Depan

Tim ilmuwan berpikir, pendekatan ini dapat digunakan bersama dengan metode yang sudah ada saat ini untuk membantu memahami kumpulan data yang besar.

“Hampir 30% planet yang diketahui hingga saat ini, telah divalidasi hanya dengan menggunakan satu metode, dan itu tidak ideal. Oleh sebab itu, mengembangkan metode baru sangat penting. Selain itu, kecerdasan buatan juga memungkinkan kami melakukannya dengan sangat cepat dalam mempriotitaskan kandidat,” ungkap Dr David Armstrong, peneliti dari University of Warwick, Department of Physics.

Tim peneliti akan terus melatih algoritme, memasukkan penemuan baru untuk membuat AI lebih baik dan lebih cepat dalam mengonfirmasi eksoplanet.