Lumba-lumba Dulunya Predator Mengerikan, Seperti Paus Pembunuh

By Hanny Nur Fadhilah, Senin, 19 Juli 2021 | 09:00 WIB
Lumba-lumba dahulu merupakan predator menyeramkan (Robert W Boessenecker)

Nationalgeographic.co.id—Mendengar nama lumba-lumba, hal yang terbesit pertama di pikiran kita adalah hewan yang lucu dan menggemaskan. Lumba-lumba adalah mamalia laut yang sangat cerdas, karena sistem alamiah yang melengkapi tubuhnya sangat kompleks. Pun, banyak teknologi yang terinspirasi dari lumba-lumba. Namun siapa sangka, dahulu lumba-lumba adalah hewan predator yang mirip dengan paus pembunuh.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology menjelaskan bagaimana kedua jenis paus modern yakni paus bergigi (lumba-lumba dan paus balin) dan paus bungkuk mengembangkan fitur penggerak mereka seperti sirip dan ekor.

Lumba-lumba yang diberi nama latin Ankylorhiza tiedemani ini pertama kali ditemukan dalam bentuk pecahan pada akhir 1800-an, tetapi temuan baru yang hampir lengkap ditemukan pada 1990-an dan disatukan selama beberapa dekade.

 

Kerangka setinggi 15 kaki itu ditemukan di Carolina Selatan dan hidup sekitar 25 juta tahun yang lalu pada zaman Oligosen. Berbalik dengan lumba-lumba modern saat ini yang merupakan sahabat manusia di lautan, moyangnya justru merupakan predator puncak di masanya. Hal ini dilihat dari tengkorak, gigi, ukuran, dan moncongnya.

Dari struktur kerangkanya, para ilmuwan telah menentukan bahwa Ankylorhiza memiliki fitur postkranial yang mirip dengan tulang-tulang tubuh paus modern, yang menyiratkan bahwa habitat air yang serupa mengarah pada pengembangan adaptasi tertentu.

"Beberapa contoh termasuk penyempitan ekor, peningkatan jumlah tulang ekor dan pemendekan humerus (tulang lengan atas) pada sirip,” ujar Robert Boessenecker, penulis utama laporan tersebut dikutip dari Cnet.

Kerangka Ankylorhiza tiedemani dan Dr. Boessenecker. (College of Charleston)

“Ini tidak terlihat dalam garis keturunan anjing laut dan singa laut yang berbeda, misalnya yang berevolusi menjadi berbagai mode berenang dan memiliki kerangka postkranial yang tampak berbeda,” sambungnya.

Lumba-lumba dan paus memang saudara dekat yang merupakan bagian dari Ordo Cetacean. Sedangkan paus bergigi merupakan bagian dari Odontocetes yang merupakan turunan dari Cetacean.

Kerangka ini juga mengindikasikan Ankylorhiza kemungkinan menjadi Odontocete pertama yang memiliki kemampuan Echolocation dan bisa memburu mangsa berukuran besar maupun kecil.

Rekonstruksi kehidupan spesies lumba-lumba yang punah, Ankylorhiza tiedimani. Berdasarkan rekonstruksi kerangka oleh Boessenecker et al., (2020), dengan pola warna berdasarkan lumba-lumba yang masih ada. (PaleoGeek/Wikimedia Commons)

 

"Kerangka tersebut juga menunjukkan bahwa Ankylorhiza mungkin adalah paus ekolokasi pertama yang menjadi predator puncak. Menurut para peneliti, spesies itu "sangat jelas memangsa mangsa bertubuh besar" membuka jalan bagi paus sperma pembunuh dan akhirnya orca untuk mengambil ceruk tertentu selama ribuan tahun.

Bukan hanya itu, dari kerangka tersebut menunjukkan bahwa dua jenis paus modern, melakukan banyak evolusi dari fitur yang sama secara paralel dan independen satu sama lain. Fakta ini berseberangan dengan keyakinan sebelumnya yang menyebut mereka mewarisi fitur leluhur mereka.

 

Spesies ini juga bisa berenang lebih cepat dari paus lainnya. Ini mengindikasikan bahwa Ankylorhiza merupakan salah satu Cetacean purba yang memegang peran ekologi seperti paus pembunuh.

"Paus dan lumba-lumba memiliki sejarah evolusi yang rumit dan panjang dan, sekilas, Anda mungkin tidak mendapatkan kesan itu dari spesies modern," kata Boessenecker.

"Catatan fosil telah benar-benar membuka jalan evolusi yang panjang dan berliku ini dan fosil seperti Ankylorhiza membantu menjelaskan bagaimana ini terjadi." tutupnya.