Berlangganan

Titanoboa, Monster Ular Terbesar dan Paling Mengerikan di Bumi

Jumat, 03 September 2021 | 10:00 WIB
Fadhil Ramadhan, Mahandis Yoanata Thamrin
Bagikan :
Smithsonian at the Natural History Museum
Titanoboa cerrejonensis di Smithsonian at the Natural History Museum. Ia adalah ular terbesar yang pernah ada di Bumi, kini sudah punah. Ular itu adalah kerabat anaconda dan boa constrictor. Hidup di zaman Palaeosen, sekitar 58 juta tahun yang lalu. Tampak adegan Titanoboa sedang memakan buaya.

Nationalgeographic.co.id—Bayangkan seekor ular besar yang bahkan dapat melahap buaya purba. Ular ini sangat menakutkan, terutama bagi Anda yang menderita ketakutan pada ular atau ophidiophobia. Ular ini bisa ditemukan di belantara ketika sedang berkemah, menyusuri sungai, atau pun mendaki gunung. Namun, tenang saja, ular ini hidup 60 juta tahun yang lalu.

Membayangkan besarnya ukuran ular ini tetap saja mengerikan. Ular ini bernama Titanoboa, jika dibandingkan dengan ular terbesar saat ini, anaconda, masih jauh lebih besar Titanoboa. Melansir dari Ancient Origins, bagian tubuh Titanoboa yang paling tebal, diperkirakan memiliki diameter 3 kaki atau 0,9 meter.

Menurut perkiraan yang dibuat oleh ahli paleontologi, Titanoboa bisa tumbuh hingga sepanjang 12 sampai 15 meter, dan berat badan sampai 1.144 kilogram. Sedangkan tubuh Anaconda hanya memiliki panjang 6 meter dan berat badan 227 kilogram.

Bagian tubuh Titanoboa yang paling tebal, diperkirakan memiliki diameter hanpir satu meter. Ular ini bisa tumbuh hingga 15 meter, dan berat badannya bisa mencapai seribu kilogram.

Titanoboa berarti 'titanic boa' dan merupakan nama yang tepat untuk ular prasejarah ini. Titanoboa jelas merupakan raksasa dibandingkan dengan Anaconda, ular terbesar yang kita miliki saat ini.

Penemuan fosil Titanoboa dilakukan di Cerrejón, sebuah tambang batu bara di bagian utara Kolombia selama dekade pertama abad ke-21. Berawal pada 1994, ketika ahli geologi Kolombia, Henry Garcia menemukan fosil asing yang diberi label sebagai 'Cabang Membatu'. Kemudian dia menempatkan fosil tersebut di etalase perusahaan batu bara.

Pada 2003, sebuah ekspedisi pencarian fosil-fosil tumbuhan diadakan di Cerrejón. Salah satu peneliti yang bergabung dalam ekspedisi tersebut bernama Scott Wing. Dia adalah seorang kurator fosil tumbuhan di Smithsonian’s National Museum of Natural History.

Baca Juga: Ular Ber-radioaktif Bantu Ilmuwan Melacak Dampak Bencana Fukushima

Titanoboa merupakan ular terbesar di dunia yang pernah ada.

Wing menyadari bahwa fosil temuan Garcia bukanlah berasal dari tumbuhan. Dia lalu mengirim fotonya ke ahli lainnya yang bernama Jonathan Bloch, seorang ahli paleontologi di University of Florida. Bloch mengidentifikasi bahwa fosil tersebut merupakan bagian dari tulang rahang milik hewan darat.

Hal ini adalah berita yang menggembirakan karena fosil vertebrata darat dari zaman Paleosen, belum pernah ditemukan di bagian Amerika Selatan. Para ahli meyakini bahwa situs tersebut menyimpan lebih banyak fosil hewan semacam ini. Dan beruntungnya, hal ini terbukti benar.

Tag: