Menelusuri Jejak Peradaban Sasania dari Kastel Kuno Ardashir

By Galih Pranata, Selasa, 12 Oktober 2021 | 14:00 WIB
Relief batu menggambarkan Shah Ardashir I menerima cincin kerajaan oleh dewa tertinggi Zoroaster, Ahura Mazda. (Wikimedia Commons)

Nationalgeographic.co.id—Istana raja Ardashir I, pendiri Kekaisaran Sasania, dibangun di seberang kota yang ia dirikan, Ardashir Khureh (ketenaran Ardashir). Meskipun harus menyeberangi sungai, mudah untuk melakukan perjalanan dari sini ke kota atau ke kastil terdekat, yang disebut Qalah-e Dokhtar.

Wangsa Sasania adalah bagian dari imperium Persia yang berkuasa di Iran sejak tahun 224 hingga 651 M. Raja pertamanya adalah Ardashir I, sebagai penganut Zoroastrianisme, wangsa terakhir sebelum islam berkembang di Persia dan wilayah Arab. 

Kastil Ardeshir-e Babakan (Istana Ardashir Papakan), juga dikenal sebagai Atash-kadeh, dibangun pada tahun 224 M oleh Ardashir I. Ia merupakan kastil kuno yang terletak di lereng gunung tempat Ghaleh Dokhtar juga berada.