Perkakas Berbentuk Ikan Berusia 8.000 Tahun, Apa Kegunaan Saat Itu?

By Maria Gabrielle, Senin, 25 Oktober 2021 | 14:00 WIB
Temuan perkakas dari tulang berbentuk ikan berusia 8.000 tahun. (Kadir Özen/ İZMİR, (DHA))

Nationalgeographic.co.id—Sebuah perkakas dari tulang berusia 8.000 tahun lalu ini ditemukan di Turki. Benda tersebut didapat dari penggalian yang dilakukan di daerah Yeşilova dan Yassıtepe, provinsi Izmir barat.

Dilansir dari Arkeonews, perkakas berusia ribuan tahun itu memiliki bentuk seperti ikan. Dr. Zafer Derin, selaku kepala asosiasi penggalian mengatakan bahwa temuan berbentuk ikan belum pernah terlihat sebelumnya.

Perkakas dari tulang berbentuk seperti ikan itu berukuran 15 sentimeter. Adapun kegunaannya untuk membersihkan sisik ikan. “Perkakas yang terbuat dari tulang melambangkan seekor ikan. Ada goresan karena pemakaian berat. Benda yang menarik di mana berbagai detail diukir, hingga bagian sisik dan ekor ikan,” jelas Dr. Zafer Derin kepada Arkeonews.

“Kami belum melihat contoh serupa di Anatolia Barat atau Wilayah Aegea. (Ini adalah) perkakas yang digunakan sehari–hari milik orang Aegean dan Izmir pertama 8.000 tahun yang lalu,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Dr. Zafer Derin menjelaskan perihal orang–orang Aegea awal yang hidup bersama dengan laut. Temuan yang didapatkan juga seputar laut, air dan ikan.

“Orang–orang pada masa itu menggunakan berbagai alat untuk membersihkan ikan,” katanya.

Dia menambahkan orang–orang pertama di Izmir ini merubah perkakas sederhana menjadi bentuk seni yang cocok dengan kehidupan mereka. Selain itu, selama proses penggalian ditemukan sisa–sisa dari ikan air tawar, bulu babi, tiram hingga kerang.

Dari penggalian tersebut diketahui bahwa penduduk Izmir merupakan yang pertama dalam mengkonsumsi hasil laut, terutama kerang. Penggalian di Yeşilova dan Yassıtepe ini didukung oleh Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, Kotamadya Izmir, Kotamadya Bornova dan Universitas Ege. Sampai saat ini sudah ada sembilan desa yang digali.

Baca Juga: Seperti Apakah Ragam Perkakas Batu Buatan Manusia Neanderthal?

Dr. Zafer Derin memegang perkakas yang digunakan untuk membersihkan sisik ikan. (Kadir Ozen/ IZMIR, (DHA))

Melansir Britannica, Izmir adalah salah satu kota tertua di Mediterania dan hampir selalu memiliki sejarah penting selama 5.000 tahun terakhir. Peninggalan dari masa lalu banyak didapati dari penggalian di wilayah Yeşilova dan Yassıtepe.

Pada tahun 2016 lalu, Daily Sabah melaporkan penemukan biji anggur berusia 5.000 tahun. Biji ini didapati di distrik Bornova. Kala itu, Zafer Derin mengatakan bahwa biji yang ditemukan dalam bentuk karbon di dasar tembikar bisa jadi merupakan sisa – sisa anggur tertua di daerah Izmir.

Penemuan biji anggur ini membantu para ahli untuk mengungkapkan detail penting mengenai kehidupan di Anatolia Barat selama zaman kuno. Sebagai informasi, Anatolia sendiri dianggap sebagai salah satu daerah budidaya anggur dalam sejarah.

Setahun kemudian dari penggalian di Yassıtepe ditemukan reruntuhan bangunan berusia 5.000 tahun yang sedikit banyak mengungkap kehidupan mewah pada saat itu. Dilansir dari Hurriyet Daily News, Zafer Derin mengungkapkan bahwa dengan memeriksa peta dari tahun 1923 mereka berhasil mengidentifikasi keberadaan pemukiman tua di wilayah tersebut.

Baca Juga: Hasil Penelitian Perkakas Tulang Gajah Buatan Manusia Purba Italia

“Kami menemukan jejak sebuah era di tempat yang sangat dekat dengan permukaan. Di era ini, logam digunakan, terjadi perang dan perdagangan dilakukan,” jawabnya.

Temuan sudah didapat dikedalaman 10 sentimeter. Dia mengatakan pemukiman tersebut berasal dari era yang sama dengan Troy—situs kuno yang disebutkan dalam mitologi, berada di pantai Aegea utara, Turki saat ini.

“Situs ini sangat mirip dengan Troy dengan kapak dan peralatan batu yang tipis, panjang dan terbuat dari logam. Ada juga panci dan wajan,” kata Derin.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya mengenai kehidupan mewah di tempat ini, diketahui penduduk setempat tinggal di rumah–rumah yang dibangun tepi sungai untuk berenang di waktu senggang.

“Ada konsep kompleks bangunan dan kota dikelilingi tembok untuk pertahanan. Kehidupan mewah dimulai di sini 5.000 tahun yang lalu. Tembikar yang dihasilkan daerah ini sangat berkualitas, begitu juga dengan ornamennya. Mereka menggunakan semua kesempatan untuk memiliki kehidupan yang nyaman. Rumah-rumah memiliki beranda,” ungkap Zafer Derin.

Baca Juga: Penggunaan Perkakas Tulang di Maroko, Diduga Awal Mula Pakaian