Peneliti Mengungkap Wajah dari Fosil Tengkorak yang Ditemukan di Cina

By Fadhil Ramadhan, Senin, 21 Maret 2022 | 10:04 WIB
Tengkorak ini memiliki kesamaan dengan tengkorak Homo Erectus pada tulang rahang, dan tulang wajah bagian atas. (Ancient Spine Institute, Chinese Academy Of Sciences/Zenger)

“Analisis komparatif spesimen manusia modern, menghasilkan serangkaian penemuan dan pemahaman baru,” kata Liu Wu. “Ini juga memberikan kami beberapa tebakan baru tentang evolusi manusia."

"Peristiwa transisi awal evolusi manusia ke bentuk modern, kemungkinan besar terjadi di daerah lokal yang relatif terisolasi, sementara peristiwa evolusi manusia pada bagian lain di Cina masih dipengaruhi oleh manusia yang lebih tua,” tambah Liu Wu.

Ancient Spine Institute dari Chinese Academy Of Sciences merilis pernyataan bahwa, sejak proyek penelitian di Gua Hualong pada 2013, telah ditemukan 30 fosil manusia purba. Selain itu, ditemukan juga ratusan peralatan batu dan tulang-tulang hewan yang memiliki bekas goresan. Mereka juga menemukan sejumlah fosil mamalia.

Tengkorak tersebut memiliki beberapa fitur wajah yang biasa ditemukan pada Homo erectus dan manusia purba pada pertengahan Pleistosen. Kemiripan yang dimiliki antara lain; tulang hidung yang lebar, rahang yang menonjol, serta tulang wajah bagian atas yang mirip dengan Homo erectus dan manusia purba Pleistosen.

Para peneliti mengatakan masih kurangnya konsensus di antara ahli paleoantropologi, mengenai kapan tepatnya manusia purba di Asia Timur berubah menjadi manusia modern. Penemuan fosil di Asia Timur yang lebih banyak, tentu lebih membuka pengetahuan kita mengenai manusia purba di wilayah tersebut.

“Kami percaya bahwa lebih banyak penemuan dan studi fosil manusia purba, akan mengungkap lebih banyak kemunculan manusia modern di benua Asia Timur dan memperjelas perselisihan terkait asal usul manusia modern,” kata Liu Wu.