Banyuwangi Beach Jazz Festival kembali digelar pada 6 Desember 2014 di Pantai Boom Banyuwangi. Slogan festival jazz itu pun “Gulung Ombak, Jazz Bersemarak.” Dengan mengangkat tema kekayaan budaya pesisir Nusantara.
Budaya pesisir dikenal sebagai sebuah simbol suatu keterbukaan yang mencerminkan kejujuran identitas, hal yang juga selaras dengan Jazz. Dimana unsur-unsur keterbukaan, kejujuran berekspresi dan keberagaman selalu menjadi gairah baru bagi para musisi.
Keselarasan itulah yang menjadi latar belakang pemilihan pertunjukan musik jazz di pantai dengan langit berbintang dan deburan ombak yang menjadi satu kesatuan dengan musik.
Banyuwangi sebagai daerah garis pantai terpanjang di Jawa Timur, mempunyai tujuan mengadakan jazz festival yaitu mempromosikan keindahan alam dan keberagaman budaya di kabupaten Banyuwangi. (Baca juga Bermusik di Tengah Kontroversi Konservasi)
Tahun ini Banyuwangi Beach Jazz Festival bekerjasama dengan Bank BRI sebagai sponsor utama. Menurut Firman Taufick, Executive Vice President Bank BRI mengatakan “kami sangat menghargai dan bangga dapat berpartisipasi di acara yang mengangkat kebudayaan lokal daerah, hal ini dalam rangka turut serta melestarikan kebudayaan Indonesia.”
Bank BRI dan penyelenggara mengerti betapa pentingnya eksistensi sebuah kebudayaan yang menjadi identitas suatu daerah.
Selain menawarkan suasana yang unik, Banyuwangi Beach Jazz Festival juga menawarkan kolaborasi antara musisi jazz dengan seniman lokal.
“Nanti akan ada kolaborasi antara musik jazz dengan musik lokal Banyuwangi, yang selama ini telah cukup luar biasa tumbuh ditengah masyarakat,” ujar Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi saat konferensi pers, Rabu (26/11) di Griya Perbanas. (Baca juga Ritual Adat di Banyuwangi Terganggu oleh Acara Seremonial)
Abdullah menjelaskan bahwa konsep jazz festival tahun ini lebih kuat, dimana konsep maritim kepantaian akan diwarnai dari berbagai jenis budaya yang akan dimunculkan dalam musik jazz, termasuk budaya pesisiran.
Selain itu acara Banyuwangi Beach Jazz Festival dapat menjadi gathering orang Banyuwangi. “Disamping mendorong penikmat musik jazz sekaligus masyarakat Banyuwangi yang tersebar dibanyak tempat dapat reuni dan pulang menikmati musik jazz. Tentu dengan nuansa baru yang digelar di pantai Banyuwangi,” ujar Azwar Anas.
Azwar Anas menambahkan bahwa saat ini wisatawan lokal sudah mencapai 1,5 juta orang yang sebelumnya hanya tercatat 850 ribu orang. Pemerintah Banyuwangi menargetkan tahun depan dapat mencapai 3 juta wisatawan. (Baca juga Media Sosial Dongkrak Popularitas Pariwisata Banyuwangi)
!break!
Di sisi lain, Sigit Pramono, penggagas acara jazz gunung, mengatakan karakteristik masyarakat Banyuwangi adalah orang yang suka musik. Terbukti dengan salah seorang penyanyi lokal bisa menjual lebih dari 50.000 keping CD. Padahal Banyuwangi merupakan kota yang kecil.
Sigit lebih jauh menjelaskan, tanpa keterlibatannya pun, Banyuwangi sudah dua kali menyelenggarakan musik jazz. “Kami hadir untuk mengemas lebih baik dan perkaya kontennya. Dan juga kami diajak pak Bupati untuk membantu mengemas suatu acara jazz menjadi lebih baik,” ujar Sigit saat ditemui dalam jumpa pers.
Saat ditanya mengapa lokasi pantai karena Banyuwangi hanya mempunyai dua pilihan yaitu di pegunungan atau di pantai. Untuk keragaman, juga agar masyarakat pecinta jazz yang sudah biasa menonton musik jazz di indoor atau di gunung mendapatkan suasana baru yaitu di pantai.
Konsep di tempat terbuka seperti alam dan memberikan warna yang lebih ke unsur etnik akan dihadirkan di Banyuwangi Beach Jazz Festival.
“Saya tidak meragukan antusias masyarakat Banyuwangi karena ini penyelenggaraan musik jazz yang kesekian kali. Masyarakat Banyuwangi sangat mencintai musik dan sangat musikal jadi kehadiran jazz bukan suatu hal yang canggung,” ujar Sigit Pramono.
Penonton dari Banyuwangi Beach Jazz Festival sendiri diprediksi campuran dari berbagai kota, dan tentu saja kalangan anak muda akan lebih banyak peminatnya.
Ada beberapa musisi yang akan tampil di Banyuwangi Beach Jazz Festival yaitu Kua Etnika featuring Trie Utami, Kahitna, Tohpati and Friends, Kolaborasi Djaduk Ferianto dengan puluhan pemain perkusi seni Kuntulan, Sinden, dan pemain biola. Acaranya pun akan dipandu oleh komedian asli Jawa Timur Cak Lontong dan Insan Nur. Acaranya tentu akan dimeriahkan dengan guyonan-guyonan segar mereka.