Mungkinkah Gen Pembawa Risiko Sebabkan Orang Alami Kesialan? (2)

By , Sabtu, 31 Januari 2015 | 12:30 WIB

Ketika seseorang yang selalu mengalami kesialan dan rentan mengalami kecelakaan, maka dikenal dengan istilah accident prone. Apakah gen pembawa risiko yang menyebabkan seseorang menjadi cenderung accident prone?

Bayangkan, Anda harus menghadiri pesta perkawinan saudara dekat. Mengingat jarak dan keterbatasan waktu, perjalanan hanya bisa ditempuh melalui transportasi udara. Sayangnya, saat itu cuaca demikian buruk, malam sangat gelap, berkabut dan tanpa bulan. Anda juga baru 17 bulan silam menerima izin terbang, dan hanya  mampu menerbangkan pesawat secara visual, bukan dengan instrumen. Padahal dalam cuaca yang tidak menentu, panduan instrumen sangat penting. Belum lagi kaki Anda sedang dalam tahap penyembuhan karena patah dari kecelakan paragliding,sehingga tentu akan sulit mengontrol pedal pesawat. Bila Anda yang mengalami, apa yang akan Anda lakukan?

Itulah situasi yang dihadapi John F. Kennedy (JFK) Jr.  la memilih menerbangkan sendiri. Akibatnya, pria kelahiran 25 November 1960 itu tewas ketika pesawat mesin tunggal Piper Saratoga yang dikemudikannya nyemplung di Lautan Pasifik.

Luar biasa, dalam arti nekatnya. Bahkan harian The Washington Post menilai JFK Jr. terlampau berani mengambil risiko dan tak ada yang tahu mengapa ia begitu berani. Namun pakar genetik molekular, Richard Eibstein, mencoba menjawabnya. Menurut dia, dalam tubuh JFK terdapat gen pembawa risiko yang diwariskan secara turun-temurun. Selain pada JFK  Jr.,  gen itu tentu ada pula pada tiap generasi Kennedy. Tak heran bila beragam peristiwa tragis menimpa keluarga besar itu. "Dengan gen ini, keturunan Kennedy terdorong melakukan aktivitas impulsif, penuh risiko, dan suka mengambil risiko." 

!break!

Dalam bidang bioteknologi pendapat itu, meski mungkin masih berupa perkiraan, ternyata bisa diterima. Pada  dasarnya manusia terdiri atas dua komponen pokok, yaitu komponen fisik (tubuh) dan kompohen abstrak, yaitu aspek kejiwaan. Dulu dua komponen ini dipisahkan sehingga tak berhubungan sama sekali, namun kini tidak lagi.

Berkat kemajuan iptek, kecenderungan munculnya beragam sifat abstrak tiap manusia bisa dijelaskan berdasarkan teori psikologi dan faktor biologi. Maka,. Diketahui gen tak hanya mengontrol sifat- sifat fisik (tinggi badan, warna rambut, gemuk-kurus) seseorang, tetapi juga mengontrol sifat abstrak manusia. Besar kemungkinan, tingkat kecerdasan atau kebiasaan minum alkohol misalnya, dipicu oleh faktor genetis.

Sedangkan munculnya sifat dan perilaku tertentu dari seseorang dipengaruhi oleh dua hal. Pertama, faktor genetis yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikut. Namun, gen bisa berubah dari generasi ke generasi karena adanya percampuran pola gen dari ayah dan ibu, yang masing-masing menyumbang setengah dari ciri-ciri genetis dasar. Sehingga  informasi genetis itu akan diterjemahkan  menjadi satu gen baru yang bisa berbeda dengan induknya.

Faktor kedua adalah interaksi individu dengan lingkungan. Pertemanan dalam kelompok dan kondisi lingkungan alam sanggup mempengaruhi perubahan perilaku individu. Munculnya kecenderungan perilaku tertentu tak bisa hariya dibebankan pada gen. Contoh sederhana, ibu yang pemarah belum tentu punya anak yang pemarah.

!break!

Dari sudut psikologi hal itu bisa dibenarkan. Meski sampai sekarang masih ada perdebatan di kalangan para ahli, mana di antara keduanya yang berpengaruh lebih besar dalam pembentukan sifat dan perilaku seseorang.

Masalahnya, belum diketahui secara pasti apakah seseorang memiliki gen tertentu itu. Maka akan  sulit pula memprediksi langkah-langkah untuk mengendalikan dorongan berperilaku negatif yang mungkin dipicu oleh faktor genetis.

Benda mati pembawa sial

Lalu bagaimana bila sial itu menimpa benda mati, seperti yang dialami artis terkenal James Dean?

Pada 30 September 1955 James Dean tewas dalam kecelakaan ketika Porsche Spyder barunya menubruk  mobil lain. Penumpang lain yang terlempar dari mobil selamat, sedangkan Dean, terjepit di dalam. Bintang dalam film legendaris  Rebel Without A Cause itu tewas dalam ambulans yang membawanya ke rumah sakit. Namun kisahnya ternyata belum selesai.