Cegah Lonjakan Kasus Kembali Terjadi, Masyarakat Diimbau Rajin Deteksi Diri Selain Taat Prokes  

By Fathia Yasmine, Rabu, 3 November 2021 | 17:03 WIB
Selain prokes, masyarakat diimbau untuk sadar deteksi diri ketika merasakan gejaal Covid-19. (Tangkapan Layar YouTube FMB9_IKP)

Terkait mobilitas, Falla mengatakan, masyarakat sebaiknya menahan diri untuk bepergian. Sebab, berkaca dari pengalaman, lonjakan kasus banyak disebabkan oleh tingginya mobilitas.

“Pemerintah telah meniadakan cuti Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk mencegah mobilitas yang berlebihan. Energi euforia akhir tahun bisa dialihkan ke hal-hal yang lebih aman. Kita harus waspada bahwa pandemi masih ada dan potensi kenaikan kasus selalu ada. Dibutuhkan kerja sama semua pihak, terutama mulai dari diri sendiri untuk mencegah penularan,” kata Falla.

Jangan hanya jaga kesehatan fisik

Selain membahas upaya mencegah lonjakan kasus, dialog tersebut juga membahas isu kesehatan mental yang melonjak di masa pandemi. Co-founder dan Director Pijar Psikologi Regis Machdy mengatakan, sepanjang pandemi jumlah orang yang menderita depresi meningkat 6 persen. 

Alasan yang menyebabkan depresi pun beragam, mulai dari kehilangan pekerjaan, kehidupan yang berubah total, hingga kehilangan kerabat akibat Covid-19. 

Ia berharap masyarakat tidak hanya fokus pada kesehatan fisik selama pandemi, tetapi juga kesehatan mental. Pihaknya pun terus melakukan edukasi untuk masyarakat agar berani mengambil langkah konsultasi ketika merasa kesehatan mentalnya terganggu. 

"Masyarakat juga perlu memiliki pola pikir optimis bahwa sebagai  manusia kita telah menghadapi bermacam cobaan, sehingga kita pasti dapat selamat. Selain itu, ia mendorong adanya usaha bersama seluruh masyarakat dalam menjaga kesehatan fisik, dan mental," katanya.