10 Alasan Mengapa Kita Harus Lakukan <i>Reduce, Recycle & Reuse</i>

By , Minggu, 21 Februari 2016 | 13:00 WIB

Semua benda yang kita gunakan atau produk yang kita konsumsi memberikan dampak bagi planet kita. Sejumlah besar sumber daya alam dan energi dihabiskan selama proses produksi, dan sampah sisa konsumsi kita bagaimanapun caranya harus terserap.  Prinsip Reduce, Reuse, Recycle atau 3R, merupakan strategi sederhana yang dapat kita terapkan secara mandiri untuk membatasi dampaknya terhadap planet ini.

Inilah 10 alasan mengapa kita harus menerapkan prinsip 3R:

Melestarikan Sumber Daya Alam

Mendaur ulang 1 ton kertas setara dengan menghemat 17 pohon dan 7.000 galon air. (Global Pics/Thinkstock)

Sumber daya alam planet Bumi sangat terbatas. Dengan menerapkan prinsip 3R, kita bisa mengurangi penggunaan sumber daya alam secara drastis. Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), mendaur ulang 1 ton kertas setara dengan menghemat 17 pohon dan 7.000 galon air.

(Baca juga: Mendaur Ulang Sampah Menjadi Makanan)

Melestarikan Ruang Alam

Pertambangan sumber daya alam dan pertanian skala besar sering merugikan ruang  alam. Mengurangi permintaan untuk sumber daya ini dapat membantu melestarikan ruang alam tersebut.

Hamparan perkebunan sawit mengelilingi aliran Sungai Kampar di Provinsi Riau. Tiap tahun, pembukaan dan pembakaran lahan untuk dijadikan area perkebunan telah memunculkan bencana baru bagi masyarakat. Kabut asap beracun akibat pembakaran lahan menjadi ancaman kesehatan nyata bagi masyarakatnya. (Yunaidi/National Geographic Indonesia)

Menghemat Energi

Pertambangan dan pemurnian mineral dan sumber daya alam lainnya untuk pembuatan barang-barang konsumsi merupakan proses yang memerlukan banyak sekali energi. Membatasi jumlah penggunaan energi untuk proses produksi dapat menghemat sejumlah besar sumber daya energi planet kita. Menurut Departemen Sumber Daya Alam  (DNR) Ohio , untuk membuat aluminium dari bijih bauksit membutuhkan energi 20 kali lebih banyak daripada menggunakan bahan daur ulang.

(Baca juga: Mengurai Rumitnya Pemborosan Konsumsi Energi)

Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Sejumlah besar energi yang digunakan selama proses penambangan, pemurnian dan manufaktur berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Mendaur ulang setengah dari sampah rumah tangga kita yang bisa didaur ulang dapat menghemat 2.400 pon karbondioksida yang dilepaskan ke atmosfer.  Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang paling berpengaruh terhadap perubahan iklim.

(Baca: Indonesia Berpotensi Menjadi Kontributor Terbesar Emisi Gas Rumah Kaca)