Kabur Sejenak ke Pahawang, Surga Tersembunyi di Lampung

By , Jumat, 1 Juli 2016 | 10:00 WIB

Pengelola penginapan telah menyiapkan makan siang untuk kami di meja prasmanan. Oh, betapa pengertian mereka. Perut Saya yang sudah berkeriuk sedari tadi, langsung meronta-ronta minta diisi. Tanpa mandi dan berganti pakaian, Saya dan teman-teman segera menyerbu makanan itu tanpa ampun. Snorkeling memang bikin lapar!

(Baca juga: Waspadai Hewan-hewan Ini Saat Snorkeling di Laut)

Usai bersantap, kami duduk leha-leha di pinggir pantai, menikmati dengan khidmat air dan daging buah kelapa muda. Deru angin yang ditingkahi debur ombak menciptakan nyanyian alam yang melenakan. Suasana sekitar penginapan kami lumayan sepi karena letaknya agak jauh dari perumahan penduduk. Tak banyak pula wisatawan yang datang dan menginap di sini. Selain itu, sinyal operator ponsel pun nyaris tak ada.  Benar-benar tempat sempurna untuk “kabur” dari rutinitas dan keriuhan ibu kota!

Kegiatan berlanjut dengan snorkeling di Gosong Bekri dan Taman Nemo. Di Gosong Bekri, terdapat candi buatan di bawah air yang menjadi spot berfoto favorit pelancong. Di Taman Nemo, kami puas bermain bersama ikan-ikan Nemo yang gesit keluar masuk anemon laut. Lagi-lagi, di sini terdapat taman transplantasi terumbu karang.

Belakangan, Saya ketahui dari pengelola penginapan yang kami tempati, Suhendi bahwa taman transplantasi terumbu karang itu dibuat oleh penduduk setempat untuk menjaga kelestarian terumbu karang di perairan Pulau Pahawang. “Penduduk sini sadar, kalau nanti terumbu karangnya rusak, wisatawan nggak bakal mau datang ke sini lagi,” ujarnya.

(Baca juga: Kala Terumbu Karang Sumatera Barat Memutih...)

Keesokan harinya, sebelum pulang kami meluangkan waktu untuk mengunjungi Pasir Timbul, hamparan pasir putih memanjang yang menghubungkan Pulau Pahawang Besar dan Pahawang Kecil. Kami beruntung dapat menjejakkan kaki di Pasir Timbul. Sebab, Pasir Timbul hanya ada ketika laut surut, dan akan tenggelam ketika laut pasang.

Pulau Pahawang bisa menjadi alternatif bagi warga ibukota untuk melarikan diri sejenak dari rutinitas menjemukan dan menikmati akhir pekan yang damai. Jaraknya yang tak terlalu jauh dari Jakarta, serta aksesnya yang cukup mudah memberi nilai tambah terhadap destinasi wisata ini.