Lautan Arktik yang Murni Kini Tercemar Sampah Plastik

By , Kamis, 20 April 2017 | 16:00 WIB

Ratusan miliar potongan sampah plastik ditemukan mengambang di Lautan Arktik yang selama ini dianggap sebagai perairan paling murni. Temuan ini mengindikasikan bahwa polusi di Bumi telah mencapai tingkat mengkhawatirkan.

Di sebagian besar perairan Arktik, jumlah potongan sampah plastik yang ditemukan memang sedikit, namun para peneliti menemukan dua jalur buntu penuh sampah di Laut Barents dan Laut Greenland.

Sampah-sampah plastik yang terbawa arus laut sejauh ribuan kilometer itu akhirnya terakumulasi di kawasan tersebut. Lautan antara Skotlandia dan Islandia diidentifikasi sebagai "pintu gerbang utama" pengiriman plastik Atlantik ke Arktik.

Dalam sebuah hasil studi di jurnal Science Advanves, tim ilmuwan internasional yang dipimpin oleh Dr Andres Cozar dari Candiz University menggambarkan bagaimana mereka berlayar melintasi perairan bebas es di Lingkaran Arktik dan mengais sampah plastik.

Baca juga: Tahun 2050, 99% Burung Laut di Seluruh Dunia Akan Menelan Plastik

Dari hasil pengamatan di lapangan, para peneliti menghasilkan perkiraan tentatif dari jumlah total sampah plastik di Arktik.

“Total muatan plastik terapung di perairan bebas es Samudra Arktik diperkirakan berkisar antara 100 hingga 1.200 ton, dengan perkiraan tiap 400 ton mengandung 300 miliar item plastik,” tulis para peneliti.

Kumpulan sampah plastik yang ditemukan di Arktik. (Andres Cozar/Candiz University)

Para peneliti juga mengungkapkan, fragmentasi dan tipologi sampah plastik menunjukkan bahwa puing-puing plastik yang melimpah tersebut berasal dari sumber jarak jauh. 

Baca juga: Indonesia Penghasil Sampah Plastik Kedua Terbesar di Dunia

Area yang paling tercemar di bagian paling utara dan paling timur Laut Barents dan Greenland bahkan mengandung ratusan ribu potongan per kilometer persegi.

“Sampah plastik di antara Laut Barents dan Greenland telah jauh melampaui batas aman yang direkomendasikan,” tulis peneliti.

Rute distribusi polutan plastik dari Atlantik ke Kutub Utara. Studi ini menunjukkan, skala global pencemaran plastik di laut dan pola sirkulasi samudra global berperan dalam redistribusi polutan tetap tersebut. (Andres Cozar/Candiz University)

Tim peneliti juga menjelaskan, saat ini lautan-lautan lain di seluruh dunia mulai membentuk area buntu bagi sampah plastik. Sejumlah besar sampah yang terkumpul ini diperkirakan akan tenggelam ke dasar laut.

Baca juga: Puluhan Sampah Plastik Ditemukan dalam Perut Paus yang Terdampar