<i>Skywatcher</i>, Ini Dia Fenomena Langit Bulan Mei 2017

By , Kamis, 4 Mei 2017 | 11:30 WIB
()

NASA)

Awal bulan Mei akan ditandai dengan kehadiran Bulan sabit yang sedang menuju fase seperempat awal.

3 Mei. Bulan Kuartir Awal. Bulan akan tampak sejak Matahari terbenam sampai tengah malam saat Bulan terbenam. Para pengamat langit bisa menikmati langit bebas cahaya Bulan mulai tengah malam sampai jelang dini hari sambil menikmati kehadiran Jupiter dan Saturnus sepanjang malam, dan duo Merkurius dan Venus saat jelang fajar.

11 Mei. Bulan Purnama. Bulan akan berada di atas cakrawala sejak Matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati Bulan dan kawah-kawahnya. Setelah fase purnama, Bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam.

26 Mei. Bulan Baru. Waktunya pengamatan. Langit akan gelap tanpa cahaya Bulan. Saat yang tepat untuk melakukan astrofotografi Deep Sky atau Bima Sakti. Pada saat ini, Bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya Matahari. Jadi Bulan dan Matahari akan tampak sepanjang hari. Pengamat bisa menikmati planet-planet tanpa gangguan cahaya Bulan.

6 Mei – Hujan Meteor Eta Aquarid

Dimulai tanggal 19 April – 28 Mei, hujan meteor Eta Aquarid akan mencapai puncak tanggal 6 Mei pukul 03.00 dini hari. Hujan meteor yang berasal dari sisa komet Halley dan tampak tampak datang dari rasi Aquarius. Hujan meteor Eta Aquariid bisa diamati setelah lewat tengah malam sampai jelang fajar, setelah rasi Aquarius terbit sekitar pukul 01:30 dini hari.

Bulan sabit yang baru saja melewati fase seperempat awal, terbenam pukul 01:38 WIB bertepatan dengan rasi Aquarius yang baru saja terbit dan bergerak makin tinggi menjauhi horison. Jadi pengamat bisa menikmati hujan meteor Eta Aquarid tanpa gangguan cahaya Bulan. Di malam puncak, pengamat bisa melihat 40 meteor setiap jam dengan kecepatan 66,9 km/detik.

13/14 Mei — Bulan — Saturnus

Bulan dan Saturnus akan tampak berpasangan di langit malam sejak keduanya terbit jelang pukul 20:00 waktu lokal. Bulan akan terbit terlebih dahulu pada pukul 19:28 waktu lokal disusul Saturnus pukul 19:57 waktu lokal. Pengamat bisa mengamati keduanya yang hanya terpisah 3,4º. Pasangan planet yang terkenal dengan cincinnya dan Bulan cembung besar ini bisa diamati sampai jelang fajar.