Pelajaran dari LA: Stres Karena Macet Dapat Meningkatkan Angka Kriminalitas

By , Rabu, 11 Oktober 2017 | 18:00 WIB

Masyarakat membayar ongkos mahal gara-gara kemacetan lalu lintas.

Buang waktu. Buang uang buat bensin. Mencemari lingkungan.

Di area metropolitan Amerika Serikat sepanjang 2012, kemacetan membuat 2,9 miliar galon (hampir 11 miliar liter) bahan bakar terbuang serta membuat orang terjebak selama 5,5 miliar jam. Menurut data Texas A&M Transportation Institute, rata-rata orang menghabiskan 42 jam setahun terjebak kemacetan—lebih banyak daripada jam kerja seminggu.

Menurut riset, ada kaitan antara kemacetan dan kesehatan mental yang negatif, termasuk stres dan sifat agresif.

Kami mengukur ongkos psikologis kemacetan di Los Angeles County, terutama kaitannya terhadap kejahatan. Dengan memadukan data kepolisian dan kemacetan, kami menemukan bahwa kemacetan parah yang tak terduga dapat mengakibatkan meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga.

Riset kami

Kekerasan dalam rumah tangga amat erat kaitannya dengan kondisi emosional masyarakat. Sebagai contoh, jika tim sepakbola favorit kalah tak terduga, maka kasus KDRT meningkat 10 persen.

Orang yang terjebak macet tentu tidak serta-merta terpancing berbuat kriminal, tetapi mereka masih memikul beban psikologis. Maka itu, pendekatan kami mungkin saja belum mengungkap dampak psikologis macet yang sebenar-benarnya.

Menurut app lalu lintas INRIX, kota Los Angeles terancam menjadi kota dengan lalu lintas terparah seantero AS. Bahkan, 6 dari 10 ruas jalan tol termacet berada di metropolitan LA.

Laporan Texas A&M Transportation Institute yang disebut di atas memperkirakan pengemudi di Los Angeles rata-rata terjebak macet selama 80 jam alias 3,5 hari dalam setahun. Los Angeles juga merupakan kota dengan perbedaan tertinggi antara waktu tempuh normal dan jam sibuk di Amerika. Saat jam sibuk, waktu tempuh bisa 43 menit lebih panjang ketimbang jam lengang.

Tak heran jika jajak pendapat Los Angeles Times baru-baru ini meletakkan lalu lintas sebagai hal yang paling dicemaskan penduduk Los Angeles. Setelah itu baru keamanan pribadi, keuangan pribadi, dan biaya perumahan.

Analisis empiris kami mengombinasikan lebih dari dua juta laporan polisi dengan lebih dari 25 juta pengamatan lalu lintas lokal di Los Angeles pada 2011-2015. Untuk mengukur dampak kemacetan terhadap kriminalitas, kami mengaitkan setiap kode pos dengan jalan tol terdekat yang menghubungkan area itu dengan pusat kota. Kami berfokus pada dua jalan tol utama, yang tidak terpengaruh dengan lalu lintas di rute lain ke arah yang sama.

Data yang begitu banyak ini memungkinkan kami mengaitkan kemacetan dengan aktivitas kriminal, dengan detail terperinci mengenai waktu dan lokasi.

Ongkos psikologis