Fetus in Fetu, "Kehamilan" yang Terjadi Pada Pria

By , Senin, 30 Oktober 2017 | 12:00 WIB

"Tapi kalau kenapanya, kita (dokter) enggak pernah mengetahui secara pasti," sambungnya.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi mekanisme pembelahan sel.

Dia menyebutkan, faktor seperti usia, ras, paritas (keadaan kelahiran, partus), keturunan, nutrisi, hormonal, dan juga faktor dengan pengobatan infertilitas, dapat meningkatkan resiko kejadian seperti Ganang ini terjadi.

"Ini lebih karena faktor spontan, bisa terdeteksi dengan pemeriksaan USG," jelasnya.

Baca Juga:

Bagaimana dengan kasus Ganang?

Setelah membaca riwayat Ganang, Boy mengungkapkan bahwa "kembaran" Ganang yang menempel di perutnya itu ikut tumbuh dan membesar.

Hal ini disimpulkannya karena melihat perut Ganang terus membuncit sampai membuatnya sesak nafas.

"Janin tetap memiliki plasenta. Bisa jadi selama ini, dia (kembaran Ganang) menghisap nutrisi yang masuk dalam tubuh Ganang. Bisa tetap hidup," imbuhnya.

"Tapi saya enggak tahu juga, kalau membesar dia hidup. Mungkin dari awal tidak gedhe banget," katanya lagi.

Bagaimana mendeteksi seseorang memiliki kelainan ini? Boy mengungkapkan, bila mencurigiai seseorang memilikinya, maka penting untuk menganjurkan dia menjalani pemeriksaan USG.

Artikel ini sudah pernah tayang sebelumnya pada Kompas.com dengan judul