Terkubur Ribuan Tahun, Kerangka Wanita Hamil Ini Ungkap Cerita Tersembunyi di Lembah Timna

By , Minggu, 5 November 2017 | 10:00 WIB

Belum lama ini, arkeolog menemukan kerangka wanita hamil yang diperkirakan berusia 3.200 tahun. Kerangka tersebut ditemukan di dekat kuil yang didedikasikan untuk dewi Hathor.

Dulunya, kawasan penemuan ini juga disebut Tambang Raja Salomo yang ada di lembah Timna, Israel. Orang Mesir kuno menggunakan tambang tersebut untuk mencari tembaga.

Para arkeolog masa lalu percaya bahwa Raja Salomo, penguasa Israel kuno, mengendalikan tambang Timna, dalam artian bahwa Raja Salomo-lah yang membuka tambang tembaga di Timna.

Namun, arkeolog pada masa ini meragukan klaim tersebut dan menganggap hal itu tidak mungkin terjadi. Mereka membuktikan bahwa tambang ini sudah dibuka oleh orang Mesir sekitar 1300 sampai 1150 SM dengan menemukan hasil dari tambang Timna yang dipersembahkan ke kuil Hathor.

Baca juga: Patung Kayu Berumur 4.000 Tahun Ditemukan di Mesir

Kini, sebuah kerangka wanita hamil ditemukan terkubur di tumulus (makam yang ditutupi batu, biasa ditemukan di makam Israel kuno) dekat kuil Hathor, dewi cinta, kebahagiaan, dan persalinan yang juga dianggap oleh para penambang sebagai dewi pelindung.

Para arkeolog memprediksi, saat wanita hamil ini masih hidup, Mesir masih mengendalikan tambang di Timna. Ini menjadi petunjuk bahwa wanita ini merupakan orang Mesir.

"Mungkin dia adalah penyanyi di kuil Hathor. Makamnya ada desain manik-manik, seperti yang ditemukan di kuil Hathor," kata Erez Ben-Yosef, direktur proyek lembah Timna Tengah dan dosen arkeologi senior dari Universitas Tel Avev, Israel, seperti dilansir dari Live Science, Kamis (2/11/2017).

Pemeriksaan pada kerangka menunjukkan bahwa wanita hamil ini berusia 20-an awal dan usia kandungannya masih trimester awal saat meninggal. Namun, para arkeolog belum mengetahui penyebab kematiannya.

Baca juga: Hilang Selama 1.700 Tahun, Ruang Teater Romawi Kuno Ditemukan di Jerusalem

Para arkeolog menduga wanita ini pergi ke pertambangan di lembah Timna untuk mengambil tembaga. Di sisi lain, dia harus menyanyi untuk upacara dan ritual di kuil Harthor.

Meskipun demikian, para arkeolog tidak mengetahui apakah wanita ini sengaja melakukan perjalanan dari Timna ke Mesir saat hamil. "Mungkin dia tidak akan pergi jika tahu kalau sedang hamil. Tapi ini hanya dugaan," ujar Ben-Yosef.

Sekitar satu abad setelah wanita itu meninggal, kekuatan Mesir di wilayah Timna terus melemah hingga mereka kehilangan kendali terhadap tambang di wilayah tersebut.