Stanley Hollis, Prajurit yang Tak Bisa Dibunuh Nazi

By , Kamis, 9 November 2017 | 16:00 WIB

Alhasil seluruh tentara Jerman di dalamnya tewas dan meriam yang mematikan itu bisa dilumpuhkan.

Namun, tugas belum selesai. Masih ada satu baterai lagi yang terus memuntahkan peluru ke arah pantai. 

Tanpa pikir panjang Hollis berlari ke baterai itu dan melakukan hal sama seperti yang dia lakukan sebelumnya.

Menurut sejumlah saksi mata dan keterangan rekan-rekannya, Hollis tak hanya sukses melumpuhkan dua baterai Jerman dia juga menewaskan 20 tentara Jerman seorang diri.

Baca juga: Pria yang Tak Pernah Menyesal Atas Pengeboman Kota Hiroshima

Dengan lumpuhnya kedua meriam itu, pendaratan di pantai menjadi semakin aman sehingga pasukan Sekutu bisa menduduki wilayah yang cukup luas di pantai.

Hanya tiga jam setelah aksi heroiknya itu, sang sersan kembali terlibat pertempuran melawan tentara Jerman.

Saat pasukan Sekutu bergerak ke arah desa-desa Perancis yang tak jauh dari pantai, gerakan mereka tertahan senapan mesin dan para sniper Jerman.

Delapan tentara Inggris sudah kehilangan nyawa dalam upaya melumpuhkan kubu pertahanan ini. Sementara dua tentara lagi terluka di antara kubu sekutu dan Jerman.

Resimen yang dipimpin Sersan Hollis kemudian melakukan serangan balik yang mampu memaksa Jerman menyetujui gencatan senjata yang langsung dimanfaatkan untuk menyelamatkan dua tentara Inggris yang terluka.

Reputasi Sersan Hollis terus dikenang di kemiliteran Inggris, angka 100 tentara Jerman yang dia bunuh selama Perang Dunia II dicatat.

Baca juga: Foto-foto Bunker Sisa Perang Dunia II yang Terbengkalai

Meski banyak dipuji Hollis tak pernah menganggi dirinya sebagai seorang pahlawan. Dia menganggap dirinya hanya sebagai orang yang beruntung.

"Jika saya tak ada di sana, maka orang lain akan melakukan hal-hal yang saya kerjakan," kata dia.

Pada 2014 setelah pendaratan Normandia, sebuah patung Stanley Hollis sedang dikerjakan di kampung halamannya di Middlesbrough.

Sayang Hollis tak bisa menyaksikan patung itu berdiri, sebab dia sudah meninggal dunia pada 1975.

Artikel ini sudah pernah tayang di Kompas.com dengan judul Kisah Perang: Stanley Hollis, Prajurit yang Tak Bisa Dibunuh Nazi.