Terobosan Baru, NASA Ciptakan Alat Peramal Banjir Gletser

By , Jumat, 17 November 2017 | 14:00 WIB

Tidak bisa dimungkiri, perubahan iklim adalah masalah terbesar manusia pada saat ini. Selain menyebabkan berbagai fenomena cuaca yang menghancurkan, suhu yang terus meningkat juga mencairkan lapisan es di kutub.

Namun tahukah Anda, apa yang akan terjadi bila lapisan es di Greenland dan Antartika mencair? Kota mana saja yang akan tenggelam karena banjir?

Baru-baru ini, NASA mengumumkan penemuan terbarunya, yakni alat peramal banjir bila es mencair.

Para ilmuwan di Laboratorium Propulsi Jet NASA di California menjelaskan bahwa alat tersebut akan memberi gambaran umum tentang kondisi lapisan gletser dan lapisan es yang penting untuk kota Anda.

Penelitian yang dimuat di Science Advances tersebut cukup mendapat perhatian besar karena memberikan pandangan baru untuk para pelaksana negara yang mengambil kebijakan publik.

Artikel terkait: Beton Penyerap Air Bisa Jadi Solusi Banjir

Salah satu ilmuwan senior dari NASA, Dr Erik Ivins, yang dikutip oleh BBC, Kamis (16/11/2017), mengatakan, saat ini kota-kota dan negara-negara berusaha membangun rencana untuk mengurangi banjir, mereka harus berpikir 100 tahun ke depan dan mereka ingin menilai risiko dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh perusahaan asuransi.

"Alat baru ini memberi jalan bagi mereka untuk mengetahui lapisan es mana yang rawan mencair dan menenggelamkan kota mereka," imbuhnya.

Mekanisme Alat

Seorang ilmuwan lainnya, Dr Eric Larour, berkata bahwa ada tiga hal kunci untuk mengetahui pola perubahaan permukaan air laut di seluruh dunia, yang digunakan dalam alat ini.

Salah satunya adalah gravitasi. "Lapisan es ini adalah massa besar yang memiliki daya tarik di laut. Saat es menyusut, daya tarik itu berkurang - dan laut akan menjauh dari massa itu," kata Larour.

Dengan tidak adanya lapisan es yang menekan, tanah yang sebelumnya berada di bawah lapisan es akan mengembang ke atas.

Baca juga: Banjir, Tak Ada Solusi yang Mudah