Sarapan Pizza Lebih Sehat Dibanding Sereal?

By , Jumat, 2 Februari 2018 | 13:00 WIB

Walau kerap terlewat, sarapan sebenarnya kebutuhan utama agar kita siap menjalani hari.

Kita cenderung memilih menu sederhana yang mudah dibuat untuk mengawali hari. Dari berbagai jenis sarapan, salah satu yang sering dipilih adalah sereal. Selain mudah juga tak membutuhkan waktu lama.

Dibanding sereal, seorang ahli diet justru menyarankan untuk mengonsumsi pizza sebagai pengganjal perut di pagi hari.

(Baca juga: Mencicipi Ambal, Pizza ala Kota Cengkeh)

Menurut Chelsey Amer, pizza lebih baik daripada semangkuk sereal yang dilengkapi susu. Meski keduanya memiliki jumlah kalori yang lebih sama, namun protein dalam sepotong pizza jauh lebih tinggi dibanding sereal.

"Kandungan di dalam pizza tersebut yang akan membuat Anda kenyang sepanjang pagi," kata Amer dilansir dari Newsweek, Rabu (31/1/2018).

Dia berkata pizza memiliki lemak lebih banyak dan kandungan gula yang jauh lebih sedikit dibandingkan sereal. Sehingga ini mampu mencegah rasa lapar lebih lama dan mencegah munculnya sugar crash dengan cepat.

Sugar crash muncul saat kita mengonsumsi banyak gula sehingga kandungan glukosa dalam darah tinggi dan menyebabkan kelebihan tenaga yang membuat perasaan bahagia.

Tapi hal ini hanya berlangsung sekitar 30 menit dan tubuh akan memasuki sugar crash, di mana tubuh akan mengeluarkan insulin dalam jumlah besar untuk mengurangi kadar gula dalam darah. Naik dan turunnya gula secara drastis ini yang membuat tubuh lesu, lemah, atau kelelahan.

Amer berkata, dalam satu sereal manis biasanya mengandung 130 kalori, 3 gram lemak, dan 9 gram gula. Namun, sebuah penelitian kecil yang dilakukan oleh Consumer Reports menemukan bahwa orang biasanya makan sereal lebih dari satu porsi.

"Jika seseorang makan dua porsi sereal manis, asupan kalori totalnya 350 kalori, 6 gram lemak, 23 gram gula, 5,37 gram protein, dan 4 gram serat. Ini sama dengan sepotong pizza keju besar, yang memiliki 290 kalori dan 11 gram lemak tapi juga mengandung 13 gram protein dan 3 gram serat," paparnya.

(Baca juga: Dikembangkan, Pizza yang Awet Disimpan Bertahun-tahun)

Meski Amer berkata pizza lebih sehat dari protein, namun ahli diet dari Montefiore Medical Center in New York, Melissa Rifkin, berkata ini masih belum cukup untuk mengawali hari.

Dia berkata, pizza akan lebih sehat jika diberi tambahan keju, gandum utuh, dan lebih banyak sayuran.

"Taco gandum utuh yang diberi telur orak-arik, sayuran, dan alpukat bisa menjadi pilihan. Selain lebih sedikit mengandung gula, makanan seperti ini juga kaya serat dan protein," kata Rifkin.

Artikel ini pernah tayang di Kompas.com. Baca artikel sumber