Gempa Sunda Megathrust Berpotensi Merusak Jakarta

By National Geographic Indonesia, Senin, 5 Maret 2018 | 11:00 WIB
Pusat gempa pada Selasa (23/1/2018) pukul 13.34 WIB berdasarkan data USGS. (Gregorius Bhisma Adinaya)

Di tanah lunak, gelombang gempa teramplifikasi. Akibatnya guncangannya lebih tinggi. Dwikorita bukan bermaksud menakuti-nakuti melainkan mengimbau pemerintah DKI Jakarta mulai memikirkan langkah antisipasi dampak bencana gempa kelak.

Ia mencontohkan gempa-gempa yang terjadi di kota besar dunia seperti Los Angeles, San Fransisco, dan California.

Daerah tersebut sudah sigap dan siap menghadapi gempa besar sejak 10 tahun sebelum gempa melanda. DKI Jakarta bisa meniru langkah luar negeri seperti memastikan konstruksi bangunan tahan gempa.

Setidaknya bangunan yang berdiri tidak langsung rubuh dalam sekali waktu saat gempa. Ia menambahkan, bangunan yang ada di Jakarta perlu memenuhi aspek evakuasi seperti adanya tempat berlindung dan jalur evakuasi yang jelas.

Baca juga: Mungkinkah Oksigen di Bumi Tercipta Tanpa Proses Fotosintesis?

Dengan demikian mayarakat tidak terlalu panik saat getaran gempa terasa. "Apabila bangunan sudah telanjur terbangun, pemerintah harus memeriksa jalur evakuasinya. Apakah sudah tersedia belum?Di sini kita mengambil sikap meski kepastian besarnya gempa belum jelas," imbuhnya.

BMKG mendesak ada langkah nyata dan tegas dari pemerintah. Pemerintah harus mulai memperketat regulasi terhadap bangunan yang berdiri, harus dilengkapi sarana tanggap gempa.

Artikel ini sudah pernah tayang pada Kompas.com. Baca artikel sumber.