Bukan Karena Hantu, Ini Penjelasan Sains Mengapa Kita Merinding

By Ricky Jenihansen, Rabu, 2 Februari 2022 | 13:00 WIB
Bulu kuduk berdiri adalah fenomena fisiologis yang diwarisikan dari nenek moyang hewan manusia, yang berguna dan terdapat pada hewan umumnya. (Getty Images)

Nationalgeographic.co.id—Pernahkah Anda di suatu malam yang dingin, di suatu tempat yang gelap kemudian tiba-tiba Anda merinding, bulu kuduk kemudian berdiri. Fenomena tersebut seringkali dianggap sebagai pertanda keberadaan hantu atau makhluk tak kasat mata. Terdengar menyeramkan? Tapi benarkah anggapan demikian?

Di dunia sains, fenomena tersebut memiliki penjelasan lain. George A. Bubenik, seorang ahli fisiologi dan profesor zoologi di University of Guelph, Ontario dalam tulisannya di scientific american dengan judul "Why do humans get 'goosebumps' when they are cold, or under other circumstances?" menjelaskan bahwa merinding atau bulu kuduk berdiri hanyalah fenomena fisiologis.

"Bulu kuduk berdiri adalah fenomena fisiologis yang diwarisi dari nenek moyang hewan manusia, yang berguna dan terdapat pada hewan umumnya, tapi tidak begitu bermanfaat bagi manusia," tulis Bubenik.

Merinding dipicu oleh kontraksi otot yang melekat pada setiap rambut atau bulu tubuh. Kondisi tersebut kemudian memicu pengangkatan bulu atau rambut di tubuh, kontraksi itu menimbukan sedikit cekungan pada permukaan kulit yang menyebabkan daerah sekitarnya sedikit menonjol.

Kontraksi itu juga menyebabkan rambut berdiri setiap kali tubuh merasa dingin. Nah, pada hewan dengan bulu tebal, membantu mereka untuk memperluas lapisan udara yang berfungsi sebagai isolasi. Semakin tebal lapisan rambut, semakin banyak panas yang dapat tertahan. Sedangkan pada manusia, fenomena ini tidak begitu berguna karena kita tidak memiliki mantel rambut, tetapi fenomena ini tidak hanya terjadi pada hewan, tapi manusia juga mengalaminya.

Jadi, berdirinya bulu atau merinding bagi tubuh dapat membantu tubuh untuk tetapp hangat karena mantel bulu akan menjadi lebih tebal ketika bulu berdiri, meski ini tidak terjadi pada manusia. Sebaliknya, saat tubuh menjadi lebih hangat, merinding perlahan akan mulai hilang.

 

Bulu kucing akan berdiri ketika ketakutan. (Pixabay)

Selain karena kedinginan, merinding atau berdirinya bulu pada banyak hewan juga terjadi ketika mereka merasa terancam. Seperti misalnya pada kucing yang diserang anjing. Bulu kucing akan berdiri, dengan posisi tubuh agak melengkuk yang membuat kucing tampak lebih besar dalam upaya upaya membuat anjing mundur.

Hal yang sama juga terjadi pada manusia dalam situasi emosional, seperti berjalan ke pelaminan saat resepsi pernikahan. Berdiri di podium saat menjadi juara dan mendengarkan lagu kebangsaan atau ketika menonton film horor di televisi.

Cukup sering juga seseorang bisa mengalami pengangkatan bulu atau merinding hanya dengan mengingat peristiwa emosional yang pernah dialaminya. Mungkin sambil mendengarkan lagu romantis yang pernah ditontonya beberapa tahun yang lalu dengan ingatan bersama mantan akan membuatnya lebih dramatis.

Alasan untuk semua respon dari emosional tersebut adalah pelepasan hormon stres yang disebut adrenalin. Adrenalin tidak hanya menyebabkan kontraksi pada otot-otot kulit tetapi juga mempengaruhi banyak reaksi tubuh lainnya pada hewan, hormon ini dilepaskan ketika hewan merasa kedinginan atau menghadapi situasi yang menegangkan.