Alcazar: Istana Kuno yang Megah di Sevilla, Sejarah Islam di Andalusia

By Galih Pranata, Senin, 21 Februari 2022 | 11:00 WIB
Royal Alcazar di Sevilla. (Galih Pranata)

Nationalgeographic.co.id—Pada abad ke-11, nasib kota Sevilla selamanya terikat pada Alcazar, sebuah benteng istana yang dirancang untuk melindungi alun-alun di tepi Guadalquivir.

Alcazar berperan untuk menampung kediaman raja Muslim dan kantor-kantor administrasi negara. 

Sejarah Sevilla tidak bisa dilepaskan dari bangsa Iberia, atau yang disebut Ispal, berkembang sekitar tahun 700 SM.

"Memasuki tahun 200 SM, Sevilla menjadi Hispalis Romawi dengan  dua Kaisar besar, Trajan dan Hadrian, yang lahir di dekat Itálica," tulis Dosde dalam laman resminya, menerbitkan artikel berjudul The Royal Alcazar of Seville.

"Sejak saat berkuasanya dinasti muslim, Sevilla dan Royal Alcazar-nya berkembang secara serempak, peka terhadap intervensi masing-masing raja yang memerintah, terlihat di setiap jengkal temboknya," imbuhnya.

Setelah para raja muslim memerintah di dalam istana, raja-raja Kristen penerusnya menyimpan kekaguman pada seni arsitektur yang dibuat oleh raja muslim terdahulu yang telah membangun Alcazar.

Berkat kekaguman inilah, Istana Alcazar telah terpelihara dengan sangat baik, yang mencakup peninggalan dari segala usia dari Kekhalifahan Cordova hingga hari ini, dan temboknya yang telah menyaksikan peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah Spanyol.

Kehadiran Dinasti orang-orang Muslim di Semenanjung Iberia, telah berlangsung selama delapan abad, periode yang cukup lama untuk mencakup banyak tren berbeda di dunia Islam.

Para Emir dan Khalifah Cordova (dari abad kedelapan hingga kesepuluh) dan raja-raja Taifa di Seville (abad kesebelas), penduduk asli Semenanjung Arabíga, diikuti oleh kaum Berber pada abad kedua belas, yang datang dari Maroko.

"Kasta Berber, dari Dinasti Almohad, menciptakan kerajaan besar di utara dan selatan Gibraltar untuk memulihkan esensi Islam di Eropa," lanjutnya.

Lorong labirin Alcazar yang banyak dikagumi para raja Kristen setelah keruntuhan Almohad. (Galih Pranata)

Sevilla menjadi ibu kota bagian Eropa dari kekaisaran yang mempertahankan hubungan dekat dengan Marrakech, ibu kota Maroko, markas besar kekuasaan Almohad di Afrika Utara.