Rupa Area Hasil Radiasi Uji Senjata Nuklir Amerika dan Rusia

By National Geographic Indonesia, Selasa, 1 Maret 2022 | 11:00 WIB
Ledakan nuklir. Rusia dan Amerika Serikat menjadi negara pemasok 90 persen senjata nuklir di dunia, dan dampak uji senjata mematikan itu masih berlanjut hingga saat ini. (www.thedailysheeple.com)

 

Nationalgeographic.co.id—Semenjak berlangsungnya perang dingin, Uni Soviet dan Amerika melakukan uji nuklir rahasia. Dimana tempat rahasia pengujian pada periode atomik tersebut?

Rusia dan Amerika Serikat setidaknya menjadi negara pemasok 90 persen senjata nuklir di seluruh dunia. Penggunaan senjata-senjata dari kedua negara ini adalah hasil tragedi yang terjadi lebih dari sekali dalam sejarah.

Sedihnya, beberapa dampak dari persenjataan nuklir itu rupanya berlanjut membawa dampak berbahaya bagi banyak orang hingga hari ini.

Selain menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki selama Perang Dunia II, Amerika juga melakukan pengujian bom hidrogen di pulau karang Bikini tahun 1954. Penduduk yang tinggal berada di dekat sana terkena dampak radiasi pada tingkat yang berbahaya, dan kehidupan laut di sekitar pulau hancur. Orang-orang yang berkunjung ke area tersebut masih berisiko terkena bekas radiasi.

Uji senjata nuklir yang dilakukan oleh Rusia rupanya lebih ekstrem, dan efek yang diberikan berlanjut membawa hasil yang lebih tragis. Tahun 1949, Rusia (yang kala itu Uni Soviet) menjatuhkan bom atom di area yang saat ini dikenal sebagai Kazakhstan, yang disebut dengan Semipalatinsk, atau Polygon. Salah satu arsitek program nuklir tersebut mengklaim bahwa area tersebut tidak ditinggali oleh apapun sebelum pengujian itu dimulai.

Sedan Crater (Kawah Sedan) merupakan salah satu jejak uji nuklir di Amerika Serikat. Ledakan 104 kiloton menggusur 12 juta ton bumi dan menciptakan kawah sedalam 98 meter dan lebar 390 meter. ( National Nuclear Security Administration)

Semipalatinsk, sebuah situs di Kazakhstan tempat 450+ uji coba nuklir dilakukan antara tahun 1949 dan 1989. (CBTO)

Situs pengujian nuklir bawah tanah di Frenchman Flats, Nevada, Amerika Serikat. (Karen Kasmauski/Science Faction)

Situs Uji Nuklir Polygon, Kazakhstan 2011. (Nadav Kander / Courtesy Flowers Gallery)

Laut Aral I (Rumah Pegawai), Kazakhstan 2011 (Nadav Kander / Courtesy Flowers Gallery)

Ternyata pernyataannya itu sangat salah. Terdapat sekitar 1.5 juta orang yang tinggal di area itu, ketika uji nuklir itu dilaksanakan.

Sejumlah laporan mengatakan bahwa pemilihan lokasi tersebut sebenarnya intensional dan warga di area tersebut menjadi kelinci percobaan dari para ilmuwan Rusia untuk mempelajari efek dari senjata nuklir. Selama 40 tahun, Rusia menjatuhkan bom atom ke sana, dengan pengujian yang dilakukan hampir setiap hari.

Efek dari uji nuklir yang dilakukan setiap hari di Polygon akhirnya terlihat. Tingkat kanker meningkat, pengaruh buruk pada reproduksi, kelahiran, keterbatasan mental, dan naiknya angka bunuh diri. Sekitar 200.000 orang terkena dampaknya secara langsung.

Baca Juga: Konflik Rusia-Ukraina, Apakah Reaktor Nuklir Chernobyl Aman?

Baca Juga: Telusur Awal Mula Penemuan hingga Percobaan Pertama Energi Nuklir

Baca Juga: Andai Dunia Saling Bertoleransi, Tak Ada Bencana Nuklir yang Terjadi!

 

Namun hal itu tak lantas menjadi akhir dari paparan radiasi akibat uji senjata nuklir itu. Ketika Rusia meninggalkan area tersebut, mereka pergi tanpa menyelesaikan pembersihan area, serta meninggalkan material radioaktif di sana. Satu dari 20 anak yang lahir di Polygon menderita kelainan sejak lahir dan angka bunuh diri meningkat empat kali lebih tinggi.

Tahun 2001, Rusia, Amerika, dan Kazakhstan bergabung dalam gerakan untuk membersihkan sisa-sisa material radioaktif yang masih ada di Polygon.

Penderitaan yang dialami oleh penduduk Polygon akhirnya membuat Kazakhstan melakukan usaha untuk meratifikasi perjanjian mengenai larangan pengujian nuklir secara menyeluruh. Harapan ini akan membawa akhir kehancuran yang disebabkan oleh nuklir di seluruh dunia.