Benarkah Sistem Irigasi yang Buruk Penyebab Keruntuhan Peradaban Maya?

By National Geographic Indonesia, Senin, 9 Mei 2022 | 07:00 WIB
Suasana senja di sekitar piramida suku Maya di Meksiko. Waduk ibarat pisau bermata dua bagi suku Maya. Keberadaannya menyelamatkan masyarakat saat kemarau pendek, namun membuat mereka terancam saat kemarau panjang. (Jose Ignacio Soto/Thinkstock)

Baca Juga: Unik, Suku Maya Anggap Biji Kakao Jadi Hadiah Dewa dan Mata Uang

  

Keruntuhan populasi dengan cara ini bahkan jauh lebih mengerikan dibanding peradaban Maya tanpa waduk.

“Persediaan air menentukan jumlah makanan yang tersedia, dan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap pertumbuhan populasi. Sebaliknya, pertumbuhan popuasi akan mempengaruhi siklus air alami,” lanjut Kuil.

Selain pengelolaan air yang buruk, perang dan penyakit mungkin juga berperan dalam keruntuhan peradaban Maya.

Penelitian ini setidaknya memberikan gambaran terhadap masa depan kita. Kita harus berhati-hati dalam mengelola sumber daya alam. Jika pembangunan dan pengelolaan hanya mementingkan keuntungan jangka pendek, maka generasi selanjutnya akan terancam.

“Kita harus mengubah perilaku masyarakat, menilai kembali ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya dan mulai mengkonsumsi dengan bijak,” pungkas Kuil.