'Rekaman yang Hilang' Ungkap Dampak Merusak Bencana Nuklir Chernobyl

By Utomo Priyambodo, Rabu, 8 Juni 2022 | 13:00 WIB
Chernobyl Nuclear Power Plant. (Mond/Wikimedia Commons)

Nationalgeographic.co.id—Sebuah film dokumenter baru terkait bencana Chernobyl akan dirilis. Film dokumenter berisi "rekaman yang hilang" yang belum pernah dilihat sebelumnya itu menunjukkan kehancuran dan penderitaan mengerikan yang terjadi selama dan setelah insiden nuklir terburuk dalam sejarah tersebut.

Dalam trailer baru untuk film dokumenter Sky Original, Chernobyl: The Lost Tapes itu, HBO merilis cuplikan kecil dari para pekerja heroik yang berjuang untuk menahan dampak dan ribuan penduduk yang mengungsi dari daerah tersebut. Ada rekaman suara-suara penduduk setempat yang menurut film dokumenter tersebut telah "dibungkam" setelah bencana.

Bencana Chernobyl terjadi pada tahun 1986. Kelalaian operator dan kelemahan mendasar dalam desain pabrik telah mengakibatkan kehancuran reaktor pada skala yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya.

Hanya 130 kilometer dari utara Kiev, reaktor tersebut mengirimkan segumpal puing radioaktif ke langit dalam sinar pelangi. Partikel-partikel yang terkontaminasi radioaktif itu terdeteksi hingga 1.100 kilometer jauhnya di Swedia dan hujan radioaktif jatuh di atas langit Britania.

Bencana Chernobyl tetap menjadi salah satu dari hanya dua insiden nuklir yang diberi peringkat 7 (peringkat maksimum) pada Skala Peristiwa Nuklir Internasional. Satu lainnya adalah bencana nuklir Fukushima di Jepang.

Rekaman baru ini memberikan gambaran langka tentang kehidupan penduduk kota terdekat Pripyat, yang sebagian besar dievakuasi untuk tidak pernah kembali. Ini menunjukkan kerja putus asa dari ribuan penambang, pejabat, dan teknisi Soviet yang bekerja untuk menghentikan bencana agar tidak menjadi bencana global, sambil berusaha menutupi insiden tersebut dari mata dunia yang waspada.

"Tiga puluh enam tahun setelah reaktor nuklir Chernobyl meledak di Soviet Ukraina, rekaman arsip yang baru ditemukan dan wawancara yang direkam dengan mereka yang hadir melukiskan potret emosional dan mencekam tentang tingkat dan kegawatan bencana dan sejauh mana pemerintah Soviet bertindak untuk menutupi insiden itu, termasuk para tentara yang dikirim untuk 'melikuidasi' kerusakan," rilis HBO seperti dilansir IFL Science.

Chernobyl: The Lost Tapes akan tayang di HBO Max pada 22 Juni di Amerika Serikat. Atau juga tayang di Sky di Inggris.

Rekaman yang hilang ini baru dirilis setelah 36 tahun meledaknya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl, yakni pada 26 April 1986. Meledaknya PLTN yang berada di kota Pripyat, Ukraina, yang saat itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet, telah melepaskan partikel radioaktif dalam jumlah besar ke atmosfer bumi yang kemudian menyebar ke wilayah lain Uni Soviet dan Eropa.

Bencana Chernobyl adalah insiden nuklir terburuk di dunia dalam hal kerugian finansial dan korban jiwa. Bencana ini menewaskan 31 orang dan membutuhkan 500.000 orang pekerja untuk upaya pemulihan.

Selain itu, bencana ini mengakibatkan kerugian material sebesar 18 miliar rubel atau setara dengan Rp3,5 triliun dan efek jangka panjang radiasi terhadap manusia masih terus diselidiki hingga kini.

Bencana ini diawali saat sebuah uji coba sistem dilakukan pada 26 April 1986 di reaktor nomor 4 Chernobyl yang terletak di kota Pripyat, tak jauh dari perbatasan dengan Belarus dan Sungai Dnieper.

Tiba-tiba, terjadi lonjakan daya dan saat prosedur darurat untuk mematikan reaktor dilakukan, terjadi gelombang daya yang lebih besar yang memicu pecahnya reaktor dan serangkaian ledakan.

    

Baca Juga: Masih Mengandung Limbah Nuklir, Apa yang Terjadi Jika Chernobyl Dibom?

Baca Juga: Ukraina Usul Lokasi Ledakan Nuklir Chernobyl Jadi Situs Warisan Dunia

Baca Juga: Yang Terjadi Setelah Delapan Tahun Bencana Nuklir Fukushima di Jepang 

   

Api yang dihasilkan ledakan reaktor itu mengirim debu radioaktif ke udara dan mengirimnya ke sebagian besar wilayah Uni Soviet dan Eropa.

Akibatnya, dari 1986-2000 atau selama 14 tahun, sebanyak 350.400 orang dievakuasi dan dipindahkan dari daerah-daerah yang paling terkontaminasi di Belarus, Rusia, dan Ukraina. Sebanyak 31 orang dinyatakan tewas, di antaranya adalah pegawai PLTN dan para petugas penyelamat. Namun, Komite Sains untuk Efek Radiasi Atom PBB (UNSCEAR) pada 2008 menyebut korban tewas bencana Chernobyl adalah 64 orang.

Sementara itu, Chernobyl Forum memperkirakan, korban tewas akibat radiasi nuklir bisa mencapai 4.000 orang, terutama dari ratusan ribu anggota tim penyelamat serta warga kota-kota yang paling terkontaminasi.

Angka ini belum termasuk sekitar 50.000 orang yang tinggal di kawasan yang lebih luas, yang kemudian menderita kanker akibat radiasi. Dari 50.000 penderita kanker itu, separuhnya meninggal dunia.