Letusan Gunung Berapi Eksplosif Menghasilkan Mineral Langka di Mars

By Wawan Setiawan, Kamis, 28 Juli 2022 | 10:00 WIB
Penjelajah Curiosity Mars NASA mengambil potret diri sudut rendah ini di lokasi di mana ia mengebor batu pada 30 Juli 2015, menghasilkan bubuk (terlihat di latar depan) yang kemudian dipastikan mengandung mineral langka tridimit. (NASA/JPL-Caltech/MSSS)

Baca Juga: Reaktor Masa Depan, Menyediakan Oksigen dan Membangun Koloni di Mars

    

"Ini sebenarnya evolusi langsung dari batuan vulkanik lain yang kami temukan di kawah," kata Siebach. “Kami berpendapat bahwa karena kami hanya melihat mineral ini sekali, dan sangat terkonsentrasi di satu lapisan, gunung berapi itu mungkin meletus pada saat yang sama dengan danau di sana. Meskipun sampel spesifik yang kami analisis bukan hanya abu vulkanik, itu adalah abu yang telah lapuk dan disortir oleh air."

Jika letusan gunung berapi seperti yang ada dalam skenario memang terjadi ketika Kawah Gale berisi danau, itu terjadi lebih dari 3 miliar tahun yang lalu. Saat itu Mars sedang dalam transisi dari dunia yang lebih basah dan mungkin lebih hangat ke planet yang kering dan tandus seperti hari ini.

"Ada banyak bukti letusan gunung berapi basaltik di Mars, tetapi ini adalah kimia yang lebih berkembang," tutur Siebach. "Pekerjaan ini menunjukkan bahwa Mars mungkin memiliki sejarah vulkanik yang lebih kompleks dan menarik daripada yang kita bayangkan sebelum Curiosity."

Saat ini, penjelajah Curiosity masih aktif, dan NASA sedang bersiap untuk merayakan ulang tahun ke-10 pendaratannya bulan depan.

    

Simak kisah-kisah selidik sains dan gemuruh penjelajahan dari penjuru dunia yang hadir setiap bulan melalui majalah National Geographic Indonesia. Cara berlangganan via bit.ly/majalahnatgeo