Evolusi Planet: Migrasi Planet Awal Ini Menjelaskan Planet yang Hilang

By Wawan Setiawan, Sabtu, 12 November 2022 | 07:00 WIB
Ilustrasi variasi di antara lebih dari 5.000 exoplanet yang diketahui ditemukan sejak 1990-an. (NASA/JPL-Caltech)

   

"Migrasi planet-planet muda ini menuju bintang induknya menciptakan kepadatan yang berlebihan dan sering mengakibatkan tabrakan dahsyat yang melucuti planet-planet dari atmosfer yang kaya hidrogen," kata Izidoro. "Itu berarti dampak raksasa, seperti yang membentuk bulan kita, mungkin merupakan hasil umum dari pembentukan planet."

Penelitian ini menunjukkan planet datang dalam dua "rasa," super-Bumi yang kering, berbatu dan 50% lebih besar dari Bumi, serta mini-Neptunus yang kaya air es dan sekitar 2,5 kali lebih besar dari Bumi. Izidoro mengatakan pengamatan baru tampaknya mendukung hasil yang bertentangan dengan pandangan tradisional bahwa baik super-Bumi dan mini-Neptunus secara eksklusif adalah dunia yang kering dan berbatu.

Berdasarkan temuan mereka itu, para peneliti membuat prediksi yang dapat diuji oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb NASA. Mereka mengutarakan bahwa sebagian kecil dari planet yang berukuran sekitar dua kali ukuran Bumi akan mempertahankan atmosfer primordialnya yang kaya hidrogen dan kaya akan air.