Demi Proyek Bendungan, Orang Kaya Bunuh Ribuan Nyawa pada 1889

By Galih Pranata, Selasa, 15 November 2022 | 12:00 WIB
Kondisi puing pasca-banjir Johnstown 1889. (WJAC/History Collection)

Nationalgeographic.co.id—Pada akhir Mei 1889, Pennsylvania barat mengalami curah hujan yang sangat tinggi yang belum pernah tercatat dalam sejarah. Curah hujan turun deras selama 24 jam.

Saat permukaan air di Danau Conemaugh naik secara tidak terbendung pada tanggal 31 Mei 1889, manajer South Fork Hunting and Fishing Club memimpin para pekerja dalam upaya untuk membuka saluran pelimpah bendungan.

Nahas, "upaya mereka tidak berhasil, dan upaya untuk menggali spillway baru juga tidak membuahkan hasil," tulis Khalid Elhassan kepada History Collection dalam artikel berjudul Rich People From History Who Committed Shady and Evil Deeds yang diterbitkan 12 April 2022.

Sekitar pukul 02.50 siang itu, bendungan yang menampung hampir 4 miliar galon air mulai runtuh. Dinding air setinggi 30 hingga 40 kaki dan selebar Sungai Mississippi mengalir ke hilir dengan kecepatan hingga 40 mil per jam, dan menghancurkan semua yang dilaluinya.

Arus deras menyeret orang-orang dari rumah mereka, menyapu kereta api yang menghadangnya, dan membanting tumpukan besar puing yang terbawa arus ke jembatan dan menghantam bangunan-bangunan.

Alhasil, 2209 orang tewas, termasuk 400 anak-anak, dan mayat ditemukan sepanjang Cincinnati, 400 mil jauhnya. Lebih dari 1600 rumah hancur berkeping menjadi puing-puing.

Kerugian dan kerusakan yang diakibatkannya melebihi $4,4 miliar dalam perkiraan kurs dolar hari ini. Musibah ini menjadi banjir non-badai paling mematikan di Amerika Serikat sepanjang sejarah.

Saat kepanikan dan ketakutan warga Amerika mulai mereda, emosi itu berubah menjadi kemarahan. Perhatian warga mulai beralih kepada orang-orang kaya yang seharusnya bertanggung jawab.

Pada tahun-tahun setelah bencana, beberapa orang yang selamat menyalahkan anggota South Fork Fishing and Hunting Club atas modifikasi mereka pada bendungan.

Tampak kehancuran banjir Johnstown yang meluluhlantakkan Pennsylvania. (Library of Congress/Wikimedia)

Mereka dituding gagal merawat bendungan dengan baik, sehingga tak mampu lagi menampung air tambahan akibat curah hujan yang luar biasa deras. 

Namun, pemilik kaya raya proyek pribadi modifikasi bendungan South Fork itu tidak pernah dimintai pertanggungjawaban. Mereka mengklaim bahwa modifikasi bendungan tidak membuat perbedaan karena mereka hanya menurunkannya sebanyak 30 cm.