Pasar Mbaganan Membangkitkan Semangat Pelestarian dari Lasem

By Agni Malagina, Selasa, 20 Desember 2022 | 14:22 WIB
Nuansa salah satu gerbang kuno Desa Babagan yang dihiasi lampion. Suasana ini mengingatkan kembali suasana Lasem masa lampau sekaligus memberikan penerangan jalan desa untuk keamanan pengguna jalan. (MTR Eriz)

“Jadi warga dan pengunjung yang datang ke acara, sebenarnya juga bertanggungjawab menjaga lingkungan, skala kecil saja, dari kita sendiri. Karena pasti kita tidak mampu menyelamatkan dunia. Memberikan kontribusi mendukung keberlangsungan kegiatan warga ini dengan memberikan botolnya. Kami akan mengumumkan hasil penjualan botol, beserta laporan penggunaannya di medsos Kesengsem Lasem. Kami juga akan mendokumentasikan post-event itu berapa sampah yang kita hasilkan?” pungkasnya.

Dia menautkan upaya ini dengan pepatah Lao Zi, seorang filsuf Tiongkok ternama, yang menyebutkan bahwa perjalanan 1.000 li selalu dimulai dari langkah pertama.

Delapan pejuang kuliner Pasar Mbagan telah berkomitmen menghidangkan masakan dan minuman sehat pada kegiatan Pasar Mbaganan.  “Kami berdelapan senang banget bisa meramaikan acara ini, makanannya ya makanan yang sering kami masak. Malah ini sekarang ya memakai bahan-bahan sehat hasilnya petani-petani Lasem. Kuliner yang manis-manis itu gulanya pakai gula diet atau gula aren. Biar semua bisa makan. Utamanya sih untuk konsumsi keluarga kita sendiri terus bisa buat pengunjung,”ujar Ibu Yuli salah satu pejuang kuliner Pasar Mbaganan. Dia dan kawan-kawannya bersiap menyajikan menu ikan khas Lasem bagi para pejalan yang singgah di Lasem. 

Baca Juga: Karya Sastra Kasih Tak Sampai Berlatar Pabrik Tegel di Tepian Jalan Raya Pos

Baca Juga: Selisik Pesan dari Kisah Pahatan dan Mural Kuno di Cu An Kiong Lasem

Baca Juga: Selidik Kisah dan Filosofi di Balik Corak Keindahan Batik Lasem 

“Selama ini orang-orang yang diet sakit dan diet pengen kurus kan sulit jajan ya, jarang penyedia jajanan untuk orang diet atau yang punya kolesterol, asam urat, diabetes, jantung, ginjal dan lainnya. Kita mau nyediain dan berbagi untuk warga yang sedang tidak dalam kondisi sehat dan tidak fit juga,” jelas Yuli.

“Sekarang masih delapan orang, semoga ke depan bisa bertambah, jadi dapet rezeki juga Ibu-ibu Desa Babagan. Kita bisa jajan sehat juga, nanti ada lemper, gethuk goreng, nasi bakar, kopang dan lainnya. Sambil promosi kampung Babagan ini, batiknya, rumah-rumah kuno, klenteng, kampung Jawa, kulinernya dan kita warga Babagan yang ramah buat orang yang datang dari jauh,” pungkasnya. 

Target pengunjung kegiatan ini adalah warga desa Babagan, warga Rembang, pejalan lestari, dan siapapun yang ingin turut berkontribusi pada pelestarian lingkungan termasuk rekan-rekan manula dan disabilitas.

Kegiatan ini bersifat inklusif. Dalam kegiatan ini, pengunjung disarankan membawa tas belanja, kotak makan, dan botol minum. Tersedia pos pengisian air mineral untuk peserta yang membawa botol minum (tumbler), bebas biaya. Salam lestari. 

Untuk informasi lebih lanjut tentang kegiatan ini, sila kontak surat elektronik kesengsemlasem@gmail.com dan Agik NS +62 813-2569-5893.