Arkeolog Menemukan Peluru Ketapel Bertulis Berusia 2.200 Tahun

By Ricky Jenihansen, Kamis, 22 Desember 2022 | 08:00 WIB
Peluru ketapel kuno berusia 2.200 tahun. (Metropolitan Museum of Art)

Nationalgeographic.co.id—Para arkeolog dari Ben Gurion University Negev di Yamnia melaporkan telah menemukan peluru ketapel bertulis berusia 2.200 tahun. Peluru tersebut memuat tulisan ajaib dalam bahasa Yunani yang artinya "Kemenangan Heracles dan Hauronas."

Seperti dilansir Sci-News, artefak sepanjang 4,4 cm itu terbuat dari timah dan kemungkinan besar milik seorang prajurit Yunani.

Seperti diketahui, dalam mitologi Yunani, Herakles adalah seorang tokoh pahlawan, anak Zeus dan Alkmene, anak angkat Amfitrion dan cicit dari Perseus.

“Prasasti itu adalah bagian dari perang psikologis, yang tujuan utamanya adalah untuk meneror lawan, dan sebagai tambahan, untuk menyatukan para pejuang dan membangkitkan semangat mereka,” kata arkeolog Ben Gurion University Negev, Yulia Ustinova.

"Pasangan dewa Hauron dan Heracles dianggap sebagai pelindung ilahi Yamnia selama periode Helenistik."

"Tulisan pada peluru ketapel ini adalah bukti arkeologis pertama dari dua penjaga Yamnia, yang ditemukan di dalam tubuh Yamnia sendiri."

Arkeolog menjelaskan, sampai saat ini, pasangan itu hanya diketahui dari sebuah prasasti di Pulau Delos Yunani.

"Sebagai pasangan, para dewa Heracles dan Hauron adalah tim pemberi kemenangan yang sempurna," kata Ustinova.

“Pengumuman kemenangan Heracles dan Hauron di masa depan bukanlah panggilan yang ditujukan kepada dewa, tetapi ancaman yang ditujukan kepada musuh."

Peluru ketapel, jelaskan, dikenal di dunia kuno yang dimulai pada abad ke-5 SM, tetapi di wilayah tersebut, hanya sedikit ketapel individu yang ditemukan dengan prasasti.

Peluru ketapel berusia 2.200 tahun bertuliskan (Ben Gurion University of the Negev)

“Prasasti itu menyampaikan pesan menyatukan para prajurit untuk membangkitkan semangat mereka, menakuti musuh, atau panggilan yang dimaksudkan untuk memberi energi pada peluru ketapel itu sendiri secara ajaib," kata Ustinova.