Pengalaman Berbeda dalam Pendakian dan Penjelajahan Gunung Rinjani

By Utomo Priyambodo, Selasa, 24 Januari 2023 | 13:00 WIB
Suguhan pengalaman baru dalam pendakian Gunung Rinjani. Peserta dapat memancing ikan di Danau Segara Anak. (Columbia)

Nationalgeographic.co.id—Seiring dengan semakin tingginya minat masyarakat di Indonesia untuk berkegiatan di alam bebas seperti mendaki gunung, semakin banyak juga paket perjalanan yang mengakomodasi pendakian di berbagai gunung. Salah satunya pendakian Gunung Rinjani.

Nanun, berbagai paket perjalanan tersebut menyajikan program yang relatif sama yaitu pendakian, berkemah, lalu kembali ke base camp.

Program Columbia Mt. Rinjani Experience yang berlangsung pada tanggal 1-5 Desember 2022 mencoba menyuguhkan pengalaman berbeda. Melalui jalur Sembalun - Torean, Columbia Sportswear Indonesia hendak memberikan pengalaman yang tidak hanya melakukan pendakian dan berkemah, tetapi juga berbagai pengalaman lain untuk para peserta selama perjalanan menuju puncak dengan ditemani oleh para pegiat alam bebas berpengalaman.

Dalam program pendakian ini, turut serta Mathilda Dwi Lestari, salah satu wanita Indonesia pertama yang telah mencapai tujuh puncak dunia. Ada juga Canro Simarmata, seorang digital creator dan pegiat alam bebas yang telah memiliki banyak pengalaman pendakian gunung-gunung di Indonesia dan telah lima kali mendaki Gunung Rinjani.

Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang peserta yang terdiri dari para influencer, staf media, content creator, pelanggan dan adventure team berpengalaman.

Perjalanan dimulai dari Pos 1 Sembalun Kandang Sapi dengan menaiki motor trail. Perjalanan bermotor selama 50 menit ini harus melalui hutan dan sabana yang indah untuk bisa mencapai Pos 2.

Lalu pendakian dimulai dari Pos 2 menuju Pelawangan Sembalun melewati jalur klasik 7 Bukit Penyesalan dengan cuaca hujan ringan.

Sesampainya di tempat perkemahan Pelawangan Sembalun 3 seluruh peserta menikmati matahari terbenam dan makan malam. Kemudian dilanjutkan sesi berbagi pengalaman dan tips dari Mathilda dan Canro tentang pendakian gunung dan berkegiatan di alam bebas kepada seluruh peserta.

Baca Juga: Wetu Telu dan Harmoni Lebaran Adat Sasak di Kaki Gunung Rinjani

Baca Juga: Rinjani Semakin Indah Bertopi Awan, Tapi Tidak Bagi Pendaki dan Pilot

Baca Juga: Mau ke Gunung Everest? Pahami Kondisi Jalur Pendakian dan Hal Lainnya

Dini harinya seluruh peserta bersiap untuk pendakian ke puncak Rinjani dengan cuaca cukup cerah dan semua peserta berhasil mencapai puncak.

Setelah itu, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis Columbia, para peserta kembali ke perkemahan untuk makan siang dan beristirahat sebentar sambil bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke Danau Segara Anak. Di danau itu para peserta merasakan pengalaman memancing.

"Ini kali kedua aku ke Rinjani, tapi trip kali ini sangat berbeda karena pesertanya datang dari berbagai latar belakang yang berbeda sehingga banyak cerita dan hal baru yang didapat selama pendakian," ujar Mathilda Dwi Lestari.

"Paling seru yaitu memancing di gunung dipandu oleh ahlinya langsung, karena ini pengalaman yang belum pernah aku lakukan sebelumnya. Setelah itu kita membersihkan sampah di sekitar danau sebagai salah satu kontribusi kepada alam. Dan sekalian juga mencoba jaket dan sepatu terbaru dari Columbia yang sangat nyaman dan membantu aku dalam pendakian dari Sembalun ke puncak hingga menyusuri trek panjang yang indah menuju Desa Torean. Luar biasa!”

Canro yang sudah lima kali mandaki Rinjani juga menganggap pendakian kali ini merupakan pengalaman yang berkesan. “Meskipun saya sudah cukup sering ke Rinjani, tapi trip kali ini sangat berbeda, mulai dari pesertanya yang asik dan seru juga program yang diberikan Columbia sangat berbeda dengan pendakian-pendakian yang pernah saya ikuti seperti mencoba jaket dan sepatu Columbia terbaru yang nyaman sekali dan juga memancing di Danau Segara Anak diajarkan langsung oleh Mas Bayu ahlinya di dunia mancing setelah itu kita membersihkan sampah-sampah di sekitaran danau Segara Anak, kegiatan seperti ini harus terus dipertahankan menurut saya," kata Canro.

Di Danau Segara Anak para peserta mendapatkan pengalaman memancing yang dipandu oleh Bayu Noer, seorang pemancing profesional. Bayu Noer memberikan tips dan trik bagaimana teknik memancing di air tawar untuk pemula.

Para peserta sangat antusias dalam kegiatan ini karena bagi sebagian besar peserta, memancing di gunung merupakan pengalaman pertama bagi mereka. Ditambah lagi ada tantangan memancing bagi mereka untuk bisa mendapatkan hadiah.

Menurut Bayu Noer, “Setelah kurang lebih hampir 20 tahun akhirnya saya kembali lagi ke Rinjani dengan kondisi trek yang berbeda namun keindahan alamnya semakin mempesona."

"Pengalaman pendakian kali ini berbeda ditemani oleh para pegiat alam bebas berpengalaman dan juga peserta yang tangguh dan menyenangkan. Saya mencoba kembali mancing di Danau Segara Anak dan ternyata ikan banyak sekali seperti ikan mas, mujair dan nila."

"Selain itu senang sekali saya bisa membantu teman-teman peserta yang sebagian besar baru pertama kali memancing dan mereka sangat antusias sekali apalagi saat mereka berhasil mendapatkan ikan, suasana benar-benar menyenangkan. Saya rasa kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan oleh Columbia dengan program-program yang unik dan menarik," saran Bayu.

Setelah puas memancing, para peserta diajak untuk memberikan kontribusi dalam gerakan pelestarian lingkungan dengan membersihkan sampah plastik dan sampah lainnya yang sulit terurai di sekitar Danau Segara Anak.

Saat ini sampah merupakan salah satu ancaman bagi kelestarian dan keindahan alam di sejumlah gunung dan taman nasional di Indonesia. Sungai, danau dan laut juga tak terhindar dari ancaman pencemaran sampah.

Communications Manager Columbia Sportswear Indonesia, Alit Udayana, menyebut kegiatan bersih-bersih selama mendaki sebagai program "Protect Our Playground". Ia juga mengatakan kegiatan pendakian ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang berbeda dari pendakian-pendakian gunung pada umumnya yang hanya bertujuan mencapai puncak.

"Dalam Columbia Mt. Rinjani Experience kami ingin memberikan pengalaman baru bagi para peserta selama pendakian dengan mengajak pegiat alam bebas yang berpengalaman, aktor dan pegiat seni sehingga semua peserta dapat saling berbagi cerita dan pengalaman tidak hanya mengenai pendakian," ucap Alit. "Selain itu juga mengajak peserta untuk memancing pada ketinggian 2.000 mdpl bersama orang yang berpengalaman."