Merekonstruksi Wajah Firaun Mesir Kuno yang Memburu Nabi Musa

By Ricky Jenihansen, Selasa, 28 Maret 2023 | 20:30 WIB
Perangkat lunak (Liverpool John Moores University Face Lab)

Nationalgeographic.co.id—Para ilmuwan telah berhasil merekonstruksi wajah firaun Mesir kuno yang terkenal yaitu Ramses II di masa jayanya. Ramses II adalah firaun yang mungkin mempersekusi Nabi Musa dan orang-orang Yahudi, menurut agama Islam, Kristen dan Yudaisme.

Para ilmuwan menggunakan teknik rekonstruksi wajah untuk mengungkap rupa firaun Mesir kuno Ramses II berdasarkan jasadnya yang masih utuh.

Dan meskipun penguasa Mesir kuno Ramses II mati di usia 90-an, ilmuwan telah "membalik usia" beberapa dekade untuk menunjukkan wajah Ramses II di masa jayanya, sekitar usia 45 tahun.

"Kami melakukan proses regresi usia tiga dimensi untuk menghilangkan beberapa tanda penuaan untuk menggambarkan dia di usia paruh baya, di puncak kekuasaannya," Caroline Wilkinson, direktur Wajah Lab di Liverpool John Moores University di Inggris Raya, mengatakan kepada Live Science.

Hasilnya adalah potret firaun Ramses II yang digambarkan sebagai "tampan" oleh Sahar Saleem, seorang profesor radiologi di Cairo University di Mesir dan pemimpin proyek tersebut.

"Raja Ramses II adalah pejuang hebat yang memerintah Mesir selama 66 tahun," kata Saleem kepada majalah radiologi AuntMinnieEurope.

Aunt Minnie adalah luaran radiologis untuk diagnosis yang tidak perlu dipertanyakan lagi. "Menghidupkan wajah Ramses di masa tuanya dan sebagai pemuda mengingatkan dunia akan status legendarisnya," katanya.

Rekonstruksi wajah baru dibuat dari data tomografi terkomputasi dari mumi Ramses II yang berusia 3.000 tahun. (Liverpool John Moores University Face Lab)

Pemindaian mumiMumi Ramses II sekarang berada di Museum Nasional Peradaban Mesir di Kairo. Itu ditemukan pada tahun 1881 di dekat Luxor di Mesir selatan, dan di beberapa titik setelah itu, sebagian dibuka untuk menunjukkan fitur mumi firaun.

Untuk rekonstruksi wajah terbaru, Saleem membuat model virtual tiga dimensi dari kepala dan tengkorak firaun dari data CT scan baru, secara efektif, ribuan sinar-X dirangkai menjadi gambar 3D.

Model tersebut kemudian digunakan Wilkinson untuk merekonstruksi wajahnya dengan perangkat lunak komputer digunakan dalam investigasi kriminal.

Selanjutnya, Wilkinson menggunakan teknik computer-generated imagery (CGI) untuk menambahkan tekstur kulit, mata, dan rambut, berdasarkan apa yang dilaporkan Saleem umumnya di antara orang Mesir pada saat itu.