Anting Permata Lapis Emas dan Koin Kaligrafi Islam Ditemukan di Jerman

By Ricky Jenihansen, Rabu, 29 Maret 2023 | 14:00 WIB
Bagian depan salah satu anting-anting emas dengan gaya Bizantium yang ditemukan oleh seorang pendeteksi logam di Jerman. (ALSH)

Nationalgeographic.co.id—Timbunan perhiasan emas, termasuk anting-anting berlapis emas, koin perak hingga koin kaligrafi Islam telah ditemukan di Jerman. Seorang peserta pelatihan detektor logam secara tidak sengaja menemukannya dan mengejutkan mentornya.

Temuan timbunan harta yang diperkirakan berusia 800 tahun itu mengisyaratkan hubungan perdagangan di daerah tersebut, kota kunci perdagangan Viking di Jerman.

Timbunan besar berisi koleksi artefak yang mempesona. Timbunan itu terdiri dari dua anting-anting emas berkualitas sangat tinggi dengan permata, bros koin semua berlapis emas, dua cincin permata berlapis emas, pecahan cincin, cakram kecil berlubang yang sebelumnya berlapis emas.

Kemudian bros cincin, dan sekitar 30 koin perak. "Beberapa di antaranya sangat terfragmentasi," kata Ulf Ickerodt, direktur Departemen Arkeologi Negara Bagian Schleswig-Holstein (ALSH) kepada Live Science.

Selama beberapa dekade, arkeolog amatir dan profesional telah bekerja sama untuk menyelidiki wilayah Schleswig-Holstein, dan khususnya situs warisan dunia UNESCO Haithabu.

Dikenal sebagai Hedeby dalam bahasa Denmark, situs itu adalah kota Nordik terbesar kedua dan penting bagi Viking antara abad kedelapan dan ke-11.

Koin bertuliskan kaligrafi Islam yang ditemukan di kota Viking, Jerman. (ALSH)

Haithabu dihancurkan dan ditinggalkan sekitar tahun 1066, mengakhiri era Viking di wilayah tersebut, tetapi satu atau dua abad kemudian seseorang dengan sengaja mengubur tas berisi barang berharga di dekatnya.

Para pendeteksi menemukan timbunan itu sambil berjalan di sepetak tanah yang dipelajari dengan baik. Mereka melaporkan temuan tersebut ke ALSH, dan tim arkeolog kemudian menggali situs tersebut.

Mungkin barang yang paling luar biasa dalam timbunan itu adalah dua anting-anting. "Mereka mungkin berasal dari waktu sekitar dan setelah 1100 dan merupakan tradisi pandai emas Bizantium (Romawi Timur)," kata Ickerodt.

Timbunan itu juga berisi tiruan koin Islam, dinar emas Almohad, yang telah dibuat menjadi bros.

Koin-koin perak ditemukan di timbunan. Mereka berasal dari zaman Raja Valdemar II. (ALSH)