Sama dengan Indonesia, Ottoman Punya Tradisi Bangunkan Sahur

By Galih Pranata, Senin, 27 Maret 2023 | 13:00 WIB
Sejumlah penabuh genderang berpakaian zaman Kekaisaran Ottoman sedang berlatih di siang hari untuk melestarikan tradisi yang bertahan sejak ratusan tahun silam. (Gulf News)

Nationalgeographic.co.id—Ramai sorak-sorai warga, dari anak kecil hingga orang dewasa, berusaha membangunkan sahur. Mulai dari nyanyian hingga tabuhan drum, mewarnai momentum selama sahur bulan Ramadan di Indonesia.

Nampaknya, tradisi ini juga tidak hanya terjadi di Indonesia, Turki juga punya tradisi bangunkan sahur yang serupa. Bahkan, sejak Kekaisaran Ottoman berkuasa, tradisi ini sudah dijalankan sejak lama.

"Tradisi menabuh genderang selama berabad-abad untuk membangunkan orang sebelum waktu atau sesaat akan sahur di bulan Ramadhan telah menjadi tradisi di Turki," tulis responden Daily Sabah.

Ia menulisnya dalam sebuah artikel berjudul 3,400 Ramadan drummers in Istanbul to maintain ancient sahur tradition yang diterbitkan pada 21 Maret 2023. 

Bahkan, tabuhan drum sepanjang jalan di Istanbul dibuat ramai riuh. "Setidaknya 3.400 penabuh genderang dari berbagai kelompok usia akan turun ke jalan di Istanbul selama 29 hari di bulan Ramadan," sebutnya.

Tradisi ini sudah mengakar berabad-abad lamanya, dan dipopulerkan sejak zaman Kekaisaran Ottoman berkuasa di Turki. Tak mengherankan jika para penabuhnya akan mengenakan kostum yang berasal dari zaman Kekaisaran Ottoman.

Sejak runtuhnya benteng Konstantinopel dan diubahnya menjadi kota dengan mayoritas muslim Istanbul, budaya Ramadan dimulai. Sepanjang berbuka hingga sahur, Ramadan adalah bulan terindah di Istanbul.

"Para penabuh genderang yang tersebar di jalan-jalan di 963 lingkungan kota terpadat di Türki, siap untuk kembali bertugas dan membangunkan sahur umat Islam dengan menabuh genderang mereka," tambahnya.

Selain menabuh genderang dan menciptakan keramaian di sepanjang jalan, mereka juga memiliki tradisi untuk membuat dan membacakan puisi hingga menjelang waktu azan subuh berkumandang.

Mereka menyebut grup penabuh tradisional berkostum Ottoman itu dengan sebutan Mukhtar Group. Selami Aykut, yang mengepalai federasi mukhtar di Istanbul, menyatakan bahwa para penabuh telah menyelesaikan semua persiapan mereka untuk Ramadhan di Istanbul.

Ia menegaskan kepada reporter Daily Sabah bahwa "tradisi tim penggugah sahur yang berasal dari era Kekaisaran Ottoman ini adalah salah satu bagian dari keindahan bulan Ramadan."

Potret penabuh drum atau genderang dalam tradisi membangunkan sahur di Turki pada tahun 2018. Sama dengan Indonesia, di Turki tradisi ini mengakar sejak Kekaisaran Ottoman berkuasa. (Shutterstock Photo/Daily Sabah)