Saat Anak Menjadi Arogan, Ini Saran Ahli Untuk Mengatasi Masalah Itu

By Utomo Priyambodo, Kamis, 27 April 2023 | 20:00 WIB
Ilsutrasi anak arogan. (Pixabay)

Nationalgeographic.co.id—Belakangan ini banyak kasus yang memperlihatkan arogansi anak-anak pejabat, mulai dari anak pejabat pajak hingga kepolisian. Bahkan, sikap arogan anak-anak pejabat yang sebenarnya sudah dewasa itu melibatkan perilaku kekerasan.

Perilaku arogan seperti itu tentu tidak muncul begitu saja. Arogansi ini kemungkinan besar telah tertanam sejak mereka kecil dan terus terbawa hingga dewasa karena tak mendapat didikan yang tepat dari orang tua.

Arogan adalah sikap merasa lebih tinggi, lebih berharga, dan lebih penting dari orang lain. Umumnya, orang dengan sikap arogan percaya bahwa ide, pendapatnya, lebih baik dari orang lain.

Nah, adakah anak-anak yang berperilaku seperti ini? Dijelaskan oleh Rebecca Mansfield—seorang terapis tumbuh kembang anak, guru, dan penulis buku parenting—bahwa anak yang arogan akan berperilaku superior sehingga dijauhi teman-temannya. Tentu hal ini membuat para orang tua resah.

Lanjut Mansfield, seperti dilansir laman Kids Activities, sebagian besar anak yang menunjukkan sifat arogan adalah anak-anak yang cerdas, berbakat, dan percaya diri. Penting untuk dipahami bahwa anak tidak dilahirkan arogam. Artinya ada sebab-sebab yang memicu anak menjadi arogan.

Sifat percaya diri perlu diimbangi dengan kerendahan hati, tulis Mansfield. Jika tidak, muncul arogansi dan meniadakan semua sifat baik yang dimiliki anak. Lantas apa saja anjuran Mansfield untuk para orang tua dalam mengatasi sikap arogan anaknya? Berikut daftarnya, seperti diberitakan VOI.

1. Identifikasi sumber masalah

Dalam mendampingi tumbuh kembang anak, orang tua perlu melakukan retrospeksi. Cobalah pertimbangkan kembali hal-hal yang diberikan kepada anak, antara lain pujian, fasilitas yang memanjakan, dan banjir perhatian.

Orang tua yang terlalu memanjakan anak dengan pujian dan perhatian terkadang membuat anak menjadi arogan. Paling berpotensi bila anak mahir dalam satu bidang tertentu, seperti olahraga atau akademik.

Wajar jika orang tua merasa takjub dengan prestasi anaknya. Namun berikanlah pujian dengan ukuran yang tepat dan perhatian di saat yang tepat agar tidak bertindak arogan, kasar, atau sombong di depan teman sebaya.

2. Bicaralah dengan guru anak tersebut

Jika anak Anda berperilaku arogan di rumah, mereka cenderung menunjukkan perilaku negatif yang sama di sekolah. Jadi bicaralah dengan guru dan pelatih anak untuk memahami ruang lingkup masalahnya secara memadai.