Dampak Perubahan Iklim: Perubahan Warna Lautan di Masa Depan

By Sysilia Tanhati, Kamis, 27 Juli 2023 | 17:32 WIB
Menurut penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Nature, perubahan iklim akan mengubah warna lautan. (Silas Baisch/Unsplash)

 

Nationalgeographic.co.id—Warna samudra biru tua, perairan biru kehijauan yang dangkal, dan pantai hijau zamrud dengan cepat berubah saat planet menghangat.

Menurut penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Nature, perubahan iklim akan mengubah warna lautan. Bagaimana mungkin?

Menganalisis data satelit selama 20 tahun, penulis penelitian menemukan bahwa lebih dari separuh lautan dunia (56%) mengalami perubahan warna. Apa penyebabnya?

“Perubahan warna itu disebabkan oleh perubahan kepadatan dan distribusi plankton,” tulis Sarah Gibbens di laman National Geographic.

Organisme kecil ini mengandung klorofil, pigmen hijau cerah yang membantu tumbuhan membuat makanan dari sinar matahari.

Studi terbaru mendukung prediksi serupa yang dibuat oleh studi Nature Communications yang diterbitkan pada 2019. Studi tahun 2019 itu mengungkapkan bagaimana fitoplankton akan berubah saat lautan terus menghangat.

Studi baru menggunakan satelit untuk mendeteksi perubahan warna yang halus. Sedangkan penelitian sebelumnya memperkirakan perubahan signifikan pada tahun 2100, jika dunia terus memanas dengan kecepatan saat ini.

Di bawah skenario di mana emisi gas rumah kaca terus berlanjut, zona subtropis biru lautan akan menjadi lebih biru.

Daerah yang lebih hijau di sepanjang garis khatulistiwa dan kutub akan menjadi lebih hijau, studi tersebut mengungkapkan.

Alih-alih hal yang aneh atau ajaib, perubahan warna adalah tanda peringatan. Ini menjadi peringatan tentang perubahan global yang drastis yang akan terjadi di dunia yang dihangatkan oleh perubahan iklim.

Bagaimana lautan mendapatkan warnanya?

Sinar matahari menembus lebih dari 183 meter di bawah permukaan laut. Segala sesuatu yang lebih dalam diabadikan dalam kegelapan.

Di atas itu, sebagian besar molekul air mampu menyerap semua warna kecuali biru. Itulah sebab mengapa biru dipantulkan.

Bahan organik yang menyelimuti permukaan lautan, seperti fitoplankton, mengubah warna ini.

Saat lautan menghangat, arus menjadi lebih tidak teratur dan lapisan air menjadi lebih bertingkat. Hal ini berarti daerah hangat tidak mudah bercampur dengan daerah dingin.

Ada ribuan spesies fitoplankton, yang secara unik beradaptasi dengan air hangat atau dingin.

Saat lautan terus menghangat, beberapa spesies mungkin mati, beberapa akan berkembang, dan yang lainnya akan bermigrasi ke berbagai wilayah.

Namun, hanya dengan mengamati klorofil saja, tidak akan memberi tahu para ilmuwan bagaimana pemanasan iklim mengubah fitoplankton.

Peristiwa yang terjadi secara alami seperti El Nino dan La Nina dapat memengaruhi seberapa banyak fitoplankton terkonsentrasi di area tertentu.

Stephanie Dutkiewicz dari Massachusetts Institute of Technology mengatakan bahwa model digunakan untuk memprediksi perubahan warna di masa depan. Perubahan warna itu disebabkan oleh siklus hidup fitoplankton dan pergerakan.

Studi tahun 2023 mengungkapkan bahwa banyak dari perubahan yang diprediksi ini telah terjadi.

Dengan menggunakan perangkat pengukur cahaya di satelit NASA, para ilmuwan mengamati bahwa lebih dari separuh dunia yang ditutupi lautan telah menunjukkan pergeseran panjang gelombang biru dan hijau. Pergeseran ini dapat diukur dan menjadi perkiraan jumlah klorofil di wilayah tertentu.

Apa arti perubahan warna ini?

Masih terlalu dini untuk mengatakan dengan pasti apa efek perubahan warna ini terhadap lingkungan.

Namun para ilmuwan berpikir lebih banyak ekosistem dapat didominasi oleh plankton berukuran lebih kecil di masa depan.

Lautan telah menyerap sekitar sepertiga dari emisi karbon dunia. Kehidupan laut seperti rumput laut, lamun, dan ganggang memainkan peran penting dalam membantu menarik karbon itu keluar dari atmosfer.

Tapi ganggang yang lebih kecil bisa mengurangi kekuatan melawan perubahan iklim itu.

“Fitoplankton adalah dasar dari jaring makanan laut. Segala sesuatu di lautan membutuhkan keberadaan fitoplankton,” kata Dutkiewicz. Dampaknya akan terasa hingga ke rantai makanan.

Dampak dari perubahan iklim sekarang ini menjangkau semua tempat dan dapat dirasakan oleh semua penghuni Bumi.

Apabila kita tidak melakukan hal untuk menghentikan perubahan iklim, dampaknya akan lebih parah dari apa yang kita rasakan sekarang.