Sejarah Laba-laba sebagai Simbolis Kuno, Kutukan Hingga Pertanda Baik

By Hanny Nur Fadhilah, Minggu, 6 Agustus 2023 | 12:00 WIB
Sejarah hewan laba-laba telah menjadi simbol kuno mulai dari kutukan hingga pertanda baik. (Ancient Origins)

 

Nationalgeographic.co.id—Sejarah hewan laba-laba telah menjadi simbol kuno  yang ditemukan di seluruh dunia. Dia selalu menimbulkan berbagai macam emosi pada manusia seperti ketakutan, jijik, panik, dan terkadang rasa ingin tahu.

Laba-laba memiliki arti dan tujuan yang berbeda menurut budaya yang berbeda. Arakhnida dan jaringnya mewujudkan banyak sifat dan interpretasi, termasuk akal, penciptaan dan penghancuran, kelicikan, penipuan, intrik, feminin, kebijaksanaan, keberuntungan, kesabaran, dan kematian.

Arachne, Penenun Yunani Kuno 

Arachne, penenun handal dikutuk menjadi laba-laba oleh Athena di mitologi Yunani kuno. (Greek Mythology)

Dalam mitologi Yunani kuno, laba-laba pertama di dunia lahir dari kebanggaan seorang wanita. Arachne yang fana berbakat dalam seni menenun kain halus dan permadani, dan belajar di bawah bimbingan dewi Athena, yang juga ahli menenun dan membuat tembikar.

Karya Arachne begitu indah, dan bakatnya begitu hebat, sehingga tenunnya tersebar luas. Akhirnya, membuat Arachne menyombongkan diri bahwa karyanya bahkan lebih baik daripada karya dewi Athena. Dalam sebuah kontes untuk menentukan siapa seniman yang lebih baik —manusia atau dewi.

Arachne menenun permadani yang menggambarkan para dewa dalam cahaya yang buruk, merinci pesta pora dan kebodohan mereka. Dewi Athena sangat marah menghancurkan karya Arachne. 

Arachne malu menyadari ke mana keangkuhannya membawanya, gantung diri. Athena, merasa bahwa manusia telah mempelajari kesalahan menantang para dewa, mengubah tali gantung menjadi jaring, dan Arachne menjadi laba-laba, sehingga dia dapat menenun kreasi indah sepanjang masa. Inilah asal kata arakhnida , istilah yang kami gunakan untuk laba-laba hingga saat ini.

Menjadi penenun jaring yang licik dan rajin hanyalah salah satu ciri laba-laba yang telah digunakan secara simbolis selama berabad-abad. Laba-laba dan jaring telah ditampilkan dalam tradisi di seluruh dunia, dan memiliki banyak arti bagi banyak kebudayaan. 

Pencipta dan Penghancur

Dalam banyak budaya, laba-laba berdiri sebagai pencipta alam semesta dan dunia kita, dan juga berperan sebagai perusak.

Misalnya, di India kuno, tertulis bahwa seekor laba-laba besar menganyam jaring yang merupakan alam semesta kita. Dia duduk di tengah jaring, mengendalikan berbagai hal melalui tali.