Penjelajah Putri Handayani Akan Meneroka Antarktika Desember Ini

By Afkar Aristoteles Mukhaer, Jumat, 1 Desember 2023 | 12:37 WIB
Putri Handayani mengungkapkan bahwa perempuan bisa bekerja menjadi apa pun yang dia mau, meskipun mayoritas di bidang pekerjaan itu adalah laki-laki. 2 Desember nanti, ia akan bertolak menuju Antarktika demi menyandang gelar Explorer's Grand Slam. (Donny Fernando/National Geographic Indonesia)

Nationalgeographic.co.id—2 Desember 2023 nanti Putri Handayani akan bertolak menuju Antarktika, benua paling selatan di planet ini. Tujuan utama Putri adalah mendaki Vinson Massif yang merupakan gunung tertinggi di Antarktika dengan ketinggian 4.892 meter di atas permukaan laut.

Selain itu, Putri juga akan menyambangi titik paling selatan Bumi. Ke depannya, setelah berhasil, dia telah berencana untuk mendaki Gunung Everest, dan menyambangi titik paling utara di Arktik pada tahun depan.

Target ini akan menjadikan Putri sebagai orang Indonesia dan perempuan Asia Tenggara pertama yang menyandang gelar The Explorer's Grand Slam. Sebelumnya, sejak 2016, Putri telah mendaki beberapa puncak gunung tertinggi di setiap benua, yang membuatnya mengembangkan kemampuan menjelajah lingkungan sulit.

"Tidak ada kata tidak mungkin bagi perempuan Indonesia," tutur Putri dalam konferensi pers Road to The Explorer’s Grand SlamAntarctic 8 Expedition di Jakarta, 30 November 2023. Setelah tiba di Antarktika, pendakian dimulai pada tanggal 9 Desember 2023.

Selama beberapa hari di bulan Oktober, Putri mempersiapkan dirinya untuk memulai petualangan ke Kutub Selatan. Persiapan itu ia lakukan dengan latihan kemampuan fisik dan teknis di Chamonix, Prancis. Lokasi ini cocok untuk latihan adaptasi suhu dingin ekstrem, dan mempelajari penggunaan peralatan dan perbekalan seperti ski dan sled salju.

"Jika yakin sudah mempunyai skill dan tekat yang bulat, perempuan bisa bekerja, bertualang, dan berbakti di segala bidang. Dan itu diperlukan semangat dan konsistensi yang tinggi dari setiap individu."

Demi mewujudkan impiannya menyandang gelar tersebut tidak mudah. Putri bergabung dalam organisasi Kamuka Parwata Fakultas Teknik Universitas Indonesia (KAPA FTUI) dan berkuliah di kampus tersebut.

Putri Handayani (tengah) akan berangkat menaklukkan Vinson Massif dan menyambangi titik paling selatan di Antarktika. Keberangkatannya didukung oleh Kemenpora (diwakilkan oleh Yohan di kiri) dan Eiger Adventure. (Ella Manisa)

Usai lulus, Putri bekerja sebagai teknisi di kilang minyak laut lepas yang membuatnya terisolasi dari dunia luar. Setelah bekerja selama empat tahun, ia bekerja menjadi konsultan yang memudahkannya mendapatkan waktu senggang untuk menjelajahi dunia.

Tidak jarang berbagai rintangan dan kesulitan dihadapi oleh Putri selama tujuh tahun penjelajahan, seperti mengelola mental, ego, dan fisik. Dia bercerita bagaimana pendakian Gunung Denali yang tertinggi di Amerika Utara.

Telapak kaki Putri baru berhasil menyentuh puncak pada 2022 yang merupakan percobaan ketiga kalinya. Padahal, sebelumnya dia belum pernah gagal mencapai puncak, sehingga kesabaran dan tidak menyerah dengan mencoba kesempatan lain sangat diperlukan.

Sebagai bentuk mewujudkan ekspedisi tersebut, mencari sponsor dan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Eiger Adventure yang menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan. Dia pun mendapatkan dukungan dari Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.