Nasib Anak Napoleon Bonaparte, Apakah Ia Mengikuti Jejak Sang Ayah?

By Sysilia Tanhati, Selasa, 12 Desember 2023 | 12:16 WIB
Napoleon François Charles Joseph Bonaparte lahir pada pagi hari tanggal 20 Maret 1811 di Istana Tuileries di Paris. Melalui tembakan seratus meriam, masyarakat mengetahui jika Kaisar Napoleon Bonaparte akhirnya menjadi seorang ayah dari seorang putra. (Leopold Bucher)

Nationalgeographic.co.idNapoleon François Charles Joseph Bonaparte lahir pada pagi hari tanggal 20 Maret 1811 di Istana Tuileries di Paris.

Melalui tembakan seratus meriam, masyarakat mengetahui jika Kaisar Napoleon Bonaparte akhirnya menjadi seorang ayah dari seorang putra. Tumbuh sebagai putra dari tokoh sohor dalam sejarah dunia, bagaimana nasib putra Napoleon Bonaparte?

Lahirnya sang pewaris takhta

“Ibu bayi yang baru lahir, istri kedua Napoleon, adalah Marie-Louise dari Austria,” tulis Joanne Hayle di laman Owlcation. Ia adalah putri Kaisar Romawi Suci Franz II, Franz I dari Austria. Marie-Louise memenuhi keinginan Napoleon Bonaparte untuk mendapatkan ahli waris. Sedangkan istri pertama Napoleon, Joséphine de Beauharnais, telah mengecewakannya dalam hal itu. Jadi Napoleon dan Josephine bercerai pada tahun 1809.

Napoleon menyebut Josephine sebagai cinta sejatinya (meskipun dia memiliki sejumlah hubungan lain sepanjang hidupnya). Konon, kata terakhirnya sebelum mengembuskan napas terakhir adalah "Josephine".

Bayi Napoleon dianugerahi gelar Pangeran Kekaisaran dan Raja Roma. Ia dibaptis pada tanggal 9 Juni 1811 di Katedral Notre-Dame. Peristiwa itu diikuti dengan perayaan selama seminggu.

Pengasuhnya antara tahun 1811 dan 1814 adalah Louise Charlotte Francoise de Montesquiou yang penuh kasih sayang dan sensitif. Kaisar Napoleon meninggalkan istri serta putranya dan berangkat untuk memperjuangkan dominasi atas musuh-musuhnya pada tanggal 24 Januari 1814. Ini adalah terakhir kali penguasa sohor dalam sejarah dunia itu melihat keluarga kecilnya.

Sengketa Pemerintahan Kaisar Napoleon II dalam sejarah dunia

Paris jatuh ke tangan musuh Napoleon Bonaparte dan komandan militernya memberontak. Oleh karena itu, maka pada tanggal 4 April 1814 Napoleon Bonaparte terpaksa turun takhta demi kepentingan putranya.

Sang pahlawan Prancis menerima pengasingan di pulau Elba. Selama 2 hari, putranya yang berusia 3 tahun menjabat sebagai penggantinya, setidaknya di atas kertas. Hal ini terjadi sebelum Napoleon mengubah rencana turun takhta dengan menyertakan ahli warisnya.

Marie-Louise dan Napoleon muda pindah ke istana Austria di masa kecilnya alih-alih turut serta ke Elba. Ibu dan putranya tinggal di Istana Schonnbrun di Wina. Sejak saat itu, ia dikenal sebagai Franz, versi Jerman dari nama Kristen keduanya. Prancis memberinya gelar Duc de Parme atau Adipati Parma.

Ibu dari sang bayi, istri kedua Napoleon, adalah Marie-Louise dari Austria. Marie-Louise memenuhi keinginan Napoleon Bonaparte untuk mendapatkan ahli waris. (François Gérard)