Battle of Bunker Hill, Fase Awal Revolusi Amerika dalam Sejarah Dunia

By Ricky Jenihansen, Kamis, 28 Desember 2023 | 15:00 WIB
Battle of Bunker Hill adalah pertempuran yang menjadi fase awal revolusi Amerika dalam sejarah dunia. (Creative Commons)

Nationalgeographic.co.id—Battle of Bunker Hill atau Pertempuran Bukit Bunker merupakan peristiwa yang menjadi fase awal revolusi Amerika dalam sejarah dunia. Battle of Bunker Hill adalah pertempuran yang terjadi pada 17 Juni 1775.

Pertempuran utama Battle of Bunker Hill terjadi di Breeds Hill di Charlestown, Massachusetts. Pasukan penjajah Amerika berhasil mempertahankan Breed's Hill dari dua serangan Inggris, namun akhirnya mundur setelah serangan ketiga.

Pertempuran tersebut merupakan kemenangan Inggris tetapi memakan banyak korban jiwa. Dari sinilah kemudian semangat revolusi Amerika bermula dalam sejarah dunia.

Awal Mula

Pada pertengahan Juni 1775, hampir dua bulan telah berlalu sejak darah milisi penjajah Amerika dan tentara reguler Inggris tumpah di Old Concord Road. Jalan ini yang menghubungkan kota Lexington dan Concord di Massachusetts.

Minggu-minggu berikutnya telah terjadi hampir 15.000 anggota milisi dari seluruh New England mengepung kota Boston, yang diduduki oleh sekitar 6.000 tentara Inggris yang dipimpin oleh Jenderal Thomas Gage.

Dengan kehadiran kapal perang Inggris di Pelabuhan Boston, garnisun Inggris dapat tetap mendapatkan pasokan dari laut.

Sementara kurangnya bubuk mesiu dan struktur komando yang tidak jelas menghalangi pasukan penjajah Amerika untuk melancarkan serangan ke kota tersebut.

Hal ini mengakibatkan kebuntuan ketika pasukan lawan menunggu pihak lain untuk mengambil tindakan pertama.

Pasukan penjajah Amerika adalah pasukan yang terdiri dari para petani yang tidak terlatih, dan sementara pasukan Inggris dianggap sebagai kekuatan tempur paling disiplin di dunia.

Jenderal Gage, pada saat ini, adalah orang yang tidak senang dengan kondisi tersebut. Setahun sebelumnya, dia diangkat menjadi gubernur militer di Provinsi Teluk Massachusetts.

Ia dipercaya untuk memulihkan otoritas kerajaan di koloni yang tidak mematuhi aturan tersebut.