Kisah Perempuan Raja Ampat Melestarikan Alam Lewat Kearifan Lokal

By Utomo Priyambodo, Rabu, 27 Maret 2024 | 19:00 WIB
Ketua Kelompok Sasi Perempuan Waifuna, Almina Kacili (Mama Almina), memperlihatkan hasil buka sasi berupa teripang dan lola. (Adia Puja Pradana/YKAN)

Kelompok Sasi Perempuan Waifuna dari Kampung Kapatcol, Distrik Misool Barat, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, sedang menunjukkan hasil panen dari buka sasi. Hasil panen terdiri dari teripang, lobster, dan lola. Senin, 25 Maret 2024. (Adia Puja Pradana/YKAN)

Dalam melakukan panen pun tidak boleh menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Mereka hanya diperbolehkan mengambil biota laut dengan cara menyelam dan mengambilnya menggunakan tangan kosong, atau dalam bahasa setempat kegiatan ini disebut molo. Masyarakat juga diperbolehkan memanen biota laut di perairan dangkal menggunakan tombak kayu yang disebut tradisi balobe.

Dampak dari tradisi sasi inilah yang membuat ekosistem perairan di wilayah Sasi tetap terjaga secara berkelanjutan, sekaligus mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kampung Kapatcol. Hasil penjualan dari buka sasi digunakan untuk mendukung kegiatan keagamaan, sosial-kemasyarakatan, dan tabungan pendidikan bagi masyarakat.

Anggota muda Kelompok Sasi Perempuan Waifuna, Yolanda Kacili, menunjukkan teripang hasil molo di Buka Sasi Kampung Kapatcol, Distrik Misool Barat, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, Senin, 25 Maret 2024. (Adia Puja Pradana/YKAN)

Penguatan kelompok perempuan

Sejak 2011, kelompok Waifuna mendapat pendampingan dari YKAN, berupa manajemen organisasi, pemanfaatan hasil sasi, penguatan keterampilan, pengelolaan keuangan, pencatatan hasil, hingga dasar-dasar konservasi termasuk pemantauan populasi, ukuran, dan jenis biota yang bisa ditangkap.

Direktur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman mengatakan bahwa YKAN mendukung kelompok Waifuna dalam memastikan ekosistem dan wilayah sasi yang dikelola sesuai dengan prinsip konservasi yang berkelanjutan. Menurutnya, konservasi di wilayah Bentang Laut Kepala Burung bisa lebih efektif bila didukung oleh sistem sosial budaya dan peran perempuan yang terwujud menjadi kebijakan lokal.

“Salah satu contohnya adalah sasi yang dikelola oleh kelompok perempuan Waifuna di Kampung Kapatcol yang mampu memperbaiki kondisi ekologi, sosial, dan ekonomi masyarakat," terang Ilman.

Ilman menambahkan, "Bahkan, keberhasilan kelompok Waifuna dalam mengelola wilayah Sasi menginspirasi kelompok perempuan di kampung lainnya, yaitu kelompok Joom Jak Sasi dari Kampung Aduwei dan kelompok Zakan Day dari Kampung Salafen di Misool Utara yang juga didampingi oleh YKAN.”